Tergugur Sebelum Bertanding: Air Mata dan Harapan Mahasiswi Farmasi Unisa Palembang yang Kembali Menyala

Tergugur Sebelum Bertanding: Air Mata dan Harapan Mahasiswi Farmasi Unisa Palembang yang Kembali Menyala

Spread the love
         
 
  
                 
   

“Kami sungguh bersyukur. Apa yang sempat kami khawatirkan ternyata tidak terjadi. Setelah berbicara secara terbuka dengan Bapak Rektor, kami diberikan kesempatan berharga agar putri kami tetap dapat mengikuti ujian,” ungkap Diding dengan nada lega dan penuh haru.

Pihak universitas akhirnya memberikan izin mengikuti ujian dengan syarat mahasiswa dan orang tua menandatangani surat pernyataan komitmen pelunasan tunggakan biaya kuliah sesuai jadwal yang disepakati bersama.

Diding menegaskan bahwa keluarga tidak pernah berniat mengelak dari kewajiban administrasi, melainkan hanya memohon kelonggaran waktu agar pembayaran dapat dilakukan secara bertahap sejalan dengan kemampuan ekonomi keluarga.

“Kami berkomitmen penuh untuk melunasi seluruh kewajiban. Yang kami minta hanyalah kebijakan, agar kesempatan anak-anak memperoleh pendidikan tidak tertutup hanya karena kendala keuangan yang bersifat sementara,” tambahnya.

Diding pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada Rektor beserta seluruh jajaran pimpinan Unisa Palembang atas sikap terbuka dan kepedulian yang ditunjukkan.

Menurutnya, keputusan ini membuktikan bahwa jalan dialog senantiasa mampu melahirkan solusi yang adil: tetap menjaga ketertiban administrasi institusi, tanpa melupakan hak asasi dan masa depan peserta didik.

Kini, ketiga mahasiswi tersebut dapat kembali duduk di ruang ujian dengan hati yang tenang.

Izin yang diberikan bukan sekadar hak untuk mengerjakan soal ujian, melainkan secercah harapan yang menyala kembali-bahwa di tengah keterbatasan, niat baik dan sikap saling memahami mampu menjembatani kesulitan.

Kisah ini menjadi bukti nyata: di balik setiap perjuangan mahasiswa, ada pengorbanan keluarga yang tak terhitung nilainya.

Dan satu keputusan yang berlandaskan kemanusiaan mampu mengubah air mata kecemasan menjadi kekuatan baru untuk terus menggapai cita-cita, sebagaimana harapan yang ingin ditanamkan sejak awal perjalanan mereka memasuki bangku kuliah. (*/SMSI Sumsel)

banner"300x300"title"300x300"