Inisiatif ini dilakukan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/OKI untuk mengatasi keterbatasan akses transportasi yang selama ini menghambat aktivitas masyarakat, terutama pada masa debit air sungai meningkat akibat curah hujan.
Proses konstruksi berlangsung secara berkelanjutan meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Kapten Infanteri Aswin, Komandan Koramil (Danramil) 402-09/Mesuji, menyampaikan komitmen yang kuat untuk menyelesaikan proyek tersebut bersama personel dan warga setempat.
“Proses pembuatan jembatan gantung ini kami laksanakan secara terpadu dengan dukungan penuh dari masyarakat. Kondisi debit air Sungai Dabuk yang tinggi akibat curah hujan yang fluktuatif menjadi salah satu hambatan utama, namun tidak mengurangi semangat kami untuk memberikan manfaat nyata bagi wilayah ini,” jelas Kapten Infanteri Aswin.
Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi ujian tersendiri, terutama pada tahap pemasangan pondasi.
Sinergi yang erat antara prajurit TNI AD dan warga Desa Embacang menjadi pijakan utama kelancaran proyek.
Masyarakat turut berpartisipasi secara aktif melalui gotong royong, mulai dari pengangkutan material konstruksi hingga pengerjaan pekerjaan teknis ringan.

“Jembatan gantung ini diharapkan memperlancar mobilitas warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan anak-anak, hingga akses layanan kesehatan. Proyek ini merupakan wujud konkrit dari kemanunggalan yang kokoh antara TNI dengan rakyat,” tambah Kapten Infanteri Aswin.
Keberadaan jembatan gantung Sungai Dabuk diharapkan berperan sebagai akses vital penghubung antarwilayah, khususnya saat musim hujan tiba.

Proyek pembangunan ini membuktikan bahwa di tengah tantangan alam dan medan yang kompleks, semangat pengabdian prajurit TNI AD bersama masyarakat tetap tegak untuk mendorong kemajuan daerah – sejalan dengan tujuan awal proyek yang mengutamakan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat di wilayah OKI. (*/HS)











