Hingga saat ini, jumlah pasti korban yang terjebak di reruntuhan belum dapat dipastikan. Pihak pesantren belum dapat memberikan data lengkap mengenai jumlah santri yang berada di lokasi saat kejadian.
“Kami sudah meminta data ke pihak pesantren, tetapi yang terdata hanya korban yang telah terevakuasi. Saya yakin ada korban selamat yang tidak terdata,” tutur Freezer.
Tim SAR terus mengoptimalkan proses evakuasi, mengejar golden time 72 jam sejak kejadian.
“Sesuai teori 72 jam, namun saat kita dapat menyentuh korban, kita sudah bisa mensuplai minuman dan vitamin, bahkan info sudah bisa kita berikan yang memungkinkan yang bersangkutan bisa bertahan lebih lama,” ujar Syafii.
Di tengah upaya evakuasi yang sulit dan kesedihan yang mendalam, secercah harapan masih menyala. Tim SAR terus berjuang untuk menyelamatkan setiap nyawa yang mungkin masih bisa diselamatkan.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan dan keamanan bangunan, terutama di lingkungan pendidikan. Semoga para korban segera ditemukan dan keluarga diberikan ketabahan. (*/Dicky)










