Rangkaian pelatihan disusun secara lengkap dan terstruktur, mencakup pemahaman regulasi serta kebijakan pengelolaan kelapa sawit, pemilihan dan persiapan benih berkualitas, pengolahan lahan, teknik penanaman pada lahan mineral, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan tanaman belum menghasilkan maupun tanaman menghasilkan, sampai cara tepat mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Materi disampaikan oleh ahli berpengalaman yang berasal dari lingkungan akademik, instansi pemerintah, serta praktisi di bidang perkebunan.
Marjito juga mendorong peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh‑sungguh serta berani berdiskusi dan bertanya kepada para pembicara.
Menurutnya, meningkatnya kemampuan para pekebun akan menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan serta mendorong kualitas dan jumlah hasil panen menjadi lebih baik dan berdaya saing.
“Pemerintah Kabupaten OKU tentu menyambut baik dan mendukung penuh program peningkatan kapasitas seperti ini. Harapannya, para peserta nantinya bukan saja mengubah kebun miliknya menjadi lebih produktif, tetapi juga bisa menjadi sumber ilmu bagi pekebun lainnya dan membawa perubahan yang bermanfaat secara luas bagi perkebunan kelapa sawit di OKU,” tambah Marjito.
Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berharap kemampuan pekebun dapat terus ditingkatkan sehingga pengelolaan perkebunan rakyat menjadi lebih teratur, hasil meningkat secara berkelanjutan, dan sektor ini semakin kokoh menopang peningkatan ekonomi serta taraf hidup masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu. (*/Untung)









