“Pembacaan Surat Yasin bersama merupakan wujud rasa syukur kami atas segala rahmat dan perlindungan yang telah Allah berikan kepada keluarga besar PWI Sumatera Selatan. Selain itu, momen ini kami jadikan sarana mempererat ukhuwah, menyatukan visi, serta memohon kekuatan agar senantiasa diberi kebijaksanaan dalam menjalankan tugas jurnalistik yang amanah,” jelas Rofei.
Lebih lanjut, Rofei menekankan bahwa eratnya persaudaraan antar insan pers adalah kunci utama menjaga eksistensi dan kinerja organisasi.
Semakin kokoh ikatan di dalamnya, semakin kuat pula PWI Sumsel dalam membela kepentingan profesi, menjaga integritas, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumsel Oktaf Riady memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini.
Ia menekankan bahwa insan pers membutuhkan ketangguhan menyeluruh—baik mental, moral, maupun spiritual—agar tetap teguh menyampaikan kebenaran di tengah beragam tekanan.
“Menyampaikan kebenaran membutuhkan hati yang tenang dan niat yang lurus. Kegiatan seperti ini adalah bekal terbaik bagi kita semua untuk tetap rendah hati, berintegritas, dan senantiasa saling menguatkan satu sama lain,” tandas Oktaf.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin H Afdal Ajmi Djambak, memohon keselamatan, kemudahan, dan keberkahan bagi seluruh insan pers, keluarga besar PWI Sumatera Selatan, serta seluruh masyarakat Sumatera Selatan.
Melalui momen sederhana namun sarat makna ini, diharapkan semangat kebersamaan semakin mengakar kuat, dan PWI Sumsel senantiasa menjadi rumah yang hangat serta tempat berlindung bagi setiap wartawan yang berdedikasi menyuarakan kebenaran. (*/Andrian)







