Kegiatan diawali pada Jumat (6 Februari 2026) pagi, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, dengan rute ziarah dari Masjid Darul Muttaqien menuju Makam Habib Aqil bin Yahya dan Pemakaman Al-Habib Ahmad bin Syech Shahab.
Pada sore hingga malam hari, dilaksanakan kegiatan Rauhah dan Haul Al-Habib Ahmad Abdullah Al-Habsyi di Pondok Pesantren Ar-Riyadh, kawasan 13 Ulu, mulai pukul 16.00 hingga 20.00 WIB.
Memasuki hari Sabtu (7 Februari 2026), jemaah melanjutkan ziarah sejak pukul 06.00 hingga 13.00 WIB dengan rute meliputi Rumah Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Habsyi (12 Ulu), Pemakaman Telaga Sewidak (14 Ulu), hingga Pemakaman dan Kompleks As-Seggaf (16 Ulu).
Malam harinya, digelar Haul Al-Faqihil Muqaddam Tsani Al-Imam Abdurrahman As-Seggaf setelah waktu Maghrib, pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, di Kampung Sejarah Al-Munawwar, 13 Ulu.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari Ahad (8 Februari 2026). Agenda pagi dimulai dengan Haul Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Habib Abdurrahman bin Hamid di Kampung Sejarah Sei Bayas, 8 Ilir, pukul 06.30 hingga 08.15 WIB.
Selanjutnya, jemaah mengikuti Ziarah Kubro Ulama dan Auliya Palembang Darussalam mulai pukul 08.15 WIB dengan rute Pemakaman Al-Habib Pangeran Syarif Ali BSA, Kawah Tengkurep, hingga Kambang Koci.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan wisata bahari religi menyusuri Sungai Musi mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB, dengan rute dari Benteng Kuto Besak (BKB) menuju Makam Kiai Muara Ogan.
Ziarah Kubro Palembang telah lama menjadi salah satu agenda spiritual berskala besar di Indonesia, yang tidak hanya memperkuat ikatan sosial umat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa dakwah Islam di Palembang tumbuh dan berkembang melalui keteladanan, ilmu, dan akhlak para ulama yang hingga kini terus hidup dalam ingatan dan doa seluruh masyarakat. (*/Andrian)






