Bupati OKI H. Muchendi bersama Ketua TP PKK Ike Muchendi melakukan tinjauan langsung ke sejumlah desa terdampak pada Selasa (13/1/2026), guna memastikan kondisi warga dan mempercepat langkah-langkah pemulihan pascabanjir.
Peninjauan dimulai dari Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing, di mana akses jalan masih tergenang air hingga ketinggian pinggang orang dewasa.
Di lokasi ini, Bupati menyerahkan bantuan sembako dan menyapa warga secara langsung dari rumah ke rumah yang terdampak.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi pengungsian di SD Negeri 1 Lubuk Makmur, Kecamatan Lempuing. Sebelumnya, sekitar 70 kepala keluarga (KK) dievakuasi ke sekolah tersebut.
Kehadiran Bupati, Ketua TP PKK, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah disambut antusias oleh para pengungsi.
Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan dan kebutuhan, terutama terkait layanan kesehatan dan pasokan logistik selama berada di pengungsian.
Dalam dialog langsung dengan warga, Muchendi menjelaskan bahwa banjir kali ini merupakan bagian dari siklus alam yang jarang terjadi, dengan ketinggian serupa terakhir kali dialami sekitar dua dekade yang lalu.
“Setiap tahun masyarakat memang terbiasa menghadapi banjir, tetapi yang setinggi ini terakhir terjadi sekitar 20 tahun lalu,” ujar Muchendi.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih, dengan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Kami hadir untuk membantu dan mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Mudah-mudahan air segera surut dan aktivitas sehari-hari bisa kembali normal,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, serta ibu hamil dan menyusui.
Ia meminta tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan maksimal di lokasi pengungsian, dengan menjamin biaya pengobatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kalau ada yang sakit, silakan segera berobat. Biaya pengobatan sudah ditanggung pemerintah melalui JKN,” tegasnya.
Terkait kebutuhan logistik, Muchendi memastikan pasokan sembako bagi warga di pengungsian tetap tercukupi.
Pemerintah Kabupaten OKI akan bekerja secara cepat dan terkoordinasi dalam menangani seluruh dampak banjir.
“Kami mengajak masyarakat tetap bersabar dan saling menguatkan. Jika ada kebutuhan tambahan, silakan sampaikan melalui kepala desa atau camat agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Untuk mengatasi sawah yang terancam gagal panen, Muchendi menyatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan benih padi agar petani bisa segera menanam kembali setelah lahan mengering.
Larso (60), salah seorang pengungsi, mengungkapkan bahwa air mulai naik sejak Kamis pagi lalu.
Warga berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi sebelum akhirnya dievakuasi ke bangunan sekolah, dengan sebagian kepala keluarga tetap berjaga di rumah.
“Masih sempat menyelamatkan beberapa barang penting. Setelah itu kami diajak Kepala Desa ke sini,” kata Larso.
Siti Aminah (45), pengungsi lainnya, mengaku bersyukur mendapatkan tempat evakuasi yang aman meski harus berbagi ruang dengan warga lain.
Ia berharap air segera surut agar bisa kembali merapikan rumah yang terendam dan semua fasilitasnya basah kuyup.
“Di sini alhamdulillah aman, makanan juga tercukupi, tetapi tentu kami ingin cepat pulang ke rumah,” ujarnya.
Yanto (58), pengungsi dari desa yang sama, berharap pemerintah membantu memperbaiki fasilitas umum setelah banjir surut, mengingat banyak rumah ibadah dan lahan pertanian yang tergenang dan rusak.
“Kalau air sudah surut, kami harap jalan desa dan lahan pertanian bisa segera diperbaiki. Banyak tanaman yang terendam dan tidak bisa dipanen,” katanya.
Dengan berbagai langkah penanganan dan dukungan yang diberikan, pemerintah daerah berkomitmen untuk memulihkan kondisi masyarakat dan sektor produktif di OKI—sejalan dengan tujuan awal tinjauan lapangan yang bertumpu pada perhatian penuh terhadap kesejahteraan seluruh warga terdampak. (*/Red)











