Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus menunjukkan komitmen nyata mewujudkan wajah kota yang rapi, indah, dan aman melalui penertiban dan penataan jaringan kabel udara secara berkelanjutan.
Langkah strategis ini diambil menyusul masih ditemukannya pelanggaran pemasangan yang dilakukan sejumlah penyedia layanan jaringan, meskipun sosialisasi dan penegakan aturan telah berulang kali dilakukan.
Kegiatan penertiban terbaru dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, di kawasan sekitar Makam Pahlawan Kayuagung.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan langsung dari serangkaian tindakan penataan yang sebelumnya telah difokuskan di kawasan Segitiga Emas, wilayah strategis dan pusat aktivitas masyarakat.
Penanganan ini menjadi prioritas utama sejalan dengan arahan Bupati OKI untuk menata seluruh aset utilitas publik guna kenyamanan dan keselamatan warga.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten OKI, Adi Yanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar merapikan tatanan kabel yang berantakan, melainkan bentuk pengawasan ketat agar seluruh penyedia layanan mematuhi ketentuan teknis dan perizinan yang berlaku.
Pihaknya secara aktif memantau berbagai masukan dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui saluran resmi Lapor Bupati, media sosial, hingga media massa, yang menjadi dasar utama pelaksanaan penertiban ini.
“Penataan ini kami laksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Namun, berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, masih ditemukan praktik pemasangan yang tidak tertib dari sejumlah penyedia layanan yang mengabaikan aturan yang telah disepakati,” ujar Adi Yanto di lokasi kegiatan.

Berdasarkan temuan di lapangan, pelanggaran yang paling umum terjadi adalah penumpangan kabel secara sepihak pada jalur milik penyedia layanan lain tanpa izin resmi.
Praktik ini menyebabkan penumpukan kabel yang berlebihan pada tiang listrik maupun tiang utilitas, sehingga ketinggian jaringan tidak lagi memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.
Kondisi serupa juga kerap terulang di titik-titik yang sebelumnya telah ditata rapi, di mana jaringan baru kembali dipasang secara serampangan tanpa koordinasi terlebih dahulu.









