“Kami berharap pada tahun 2025 akan dilakukan penambahan kendaraan pemadam kebakaran untuk mengantisipasi situasi serupa dimasa mendatang. Peristiwa ini mengingatkan akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan terhadap resiko kebakaran, terutama di lingkungan asrama yang padat,” Tegas Yusuf.
Sementara kepala SMA Negeri 3 Kayuagung, H. Anis Joko Santoso, S.Pd., MM di lokasi kejadian, saat ini belum bisa memberikan keterangan. Namun dirinya mengungkapkan hal ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan masih menunggu tim aset.
“Masih menunggu tim Aset. Nanti pihak tim aset yang menjelaskan,” Terang Anis.
Dirinya juga menerangkan bahwa benar kemarin sudah diperbaiki pihak PLN. Namun, diduga api dipicu dari kabel utama di kamar 36 lantai bawah, bukan dari lokasi listrik yang diperbaiki,” Tegasnya.
Pantauan, 41 kamar dilantai atas asrama putra SMA Negeri 3 Kayuagung ludes terbakar dan menghanguskan barang-barang milik siswa yang tinggal asrama putra dilantai atas. Sedangkan kerugian belum diketahui pasti, masih menunggu hasil penyelidikan tim aset. (Red)



