Menurut Erwin, pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2027. Pada tahap awal, pabrik ini membutuhkan 1.000 karyawan.
“Kami berharap ini akan membuka peluang bagi putra-putri Banyuasin untuk bekerja dan berkarir di bidang pengelolaan kelapa,” jelasnya.
Selain itu, pada tahap awal, pabrik ini membutuhkan 500 ton kelapa per hari yang akan dikonversi menjadi Crude Coconut Oil (CCO) sebagai bahan dasar pembuatan avtur.
Turut hadir dalam pembahasan tersebut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin Roni Utama, Kepala Dinas PTSP Rayan Nurdinsyah, perwakilan bagian kerjasama, tokoh masyarakat, kepala desa, dan pihak terkait lainnya.
Dengan investasi besar ini, Banyuasin siap menjadi pusat inovasi pengolahan kelapa sawit menjadi avtur, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mimpi Banyuasin untuk menjadi daerah yang maju dan mandiri semakin dekat dengan terwujudnya pabrik ini. (*/Sangkut)














