Langkah ini ditempuh sebagai upaya nyata menahan laju kenaikan harga sekaligus memastikan setiap warga mudah mengakses kebutuhan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Kami laksanakan Gerakan Pangan Murah ini dengan tujuan utama menjamin ketersediaan stok bahan pangan yang aman dan memadai, sekaligus menekan potensi lonjakan harga yang biasanya terjadi mendekati hari raya. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelas Sahrul.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah komoditas utama dipasarkan dengan harga di bawah rata-rata harga pasar yang berlaku saat ini.
Masyarakat dapat memperoleh beras kualitas baik seharga Rp50.000 per karung, minyak goreng kemasan merek Minyakita seharga Rp11.000 per liter, telur ayam ras seharga Rp22.000 per kilogram, cabai merah seharga Rp45.000 per kilogram, bawang merah seharga Rp40.000 per kilogram, dan bawang putih seharga Rp25.000 per kilogram.
Skema penetapan harga yang lebih terjangkau tersebut merupakan instrumen strategis pemerintah daerah untuk memperpendek jarak antara ketersediaan pasokan dan aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan dasar.
Gerakan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab OKI dalam menyeimbangkan tiga pilar utama ketahanan pangan: ketersediaan pasokan yang aman, harga yang terjangkau, serta stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat di momen penting keagamaan.
Gerakan Pangan Murah ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari gejolak harga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah sebagai pondasi kestabilan ekonomi.

Di tengah persiapan menyambut Idul Adha, langkah kolaboratif ini menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama, dan ketersediaan pangan yang cukup serta terjangkau adalah hak setiap warga yang wajib dipenuhi dan dijaga bersama. (*/Heri)









