Sebagai wujud keseriusan dalam pembinaan, pihaknya juga menargetkan pemenuhan sarana dan prasarana latihan yang memadai.
Salah satu sasaran utama adalah memiliki arena pertandingan standar resmi atau oktagon sendiri, yang dapat digunakan untuk latihan rutin maupun penyelenggaraan kompetisi, dengan harapan mendapat dukungan dari sponsor dan berbagai pemangku kepentingan.
“Atlet muda berhak mendapatkan fasilitas terbaik untuk mengasah kemampuan. Salah satu target utama kami adalah memiliki fasilitas lengkap, termasuk oktagon sendiri. Kami berharap dukungan dari sponsor dan pihak terkait terus mengalir demi kemajuan olahraga ini,” ungkap Daffa.
Sementara itu, Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumsel, H. Tubagus Sulaiman, menyambut positif langkah pembenahan organisasi IBC MMA.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya menghidupkan kembali berbagai cabang olahraga bela diri campuran yang sempat kurang aktif, sebagai bagian dari strategi persiapan menghadapi agenda kejuaraan nasional.
Langkah ini, menurut Tubagus, merupakan langkah strategis dalam persiapan menyambut berbagai agenda olahraga tingkat nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang.
“Kami berupaya mengaktifkan kembali cabang-cabang olahraga bela diri campuran yang sebelumnya belum berjalan maksimal. Hal ini sejalan dengan upaya kami memperluas cakupan cabang olahraga yang dibina secara serius,” kata Tubagus.
Ia menambahkan, selain cabang bela diri tradisional dan populer seperti Taekwondo, Karate, dan Pencak Silat, saat ini MMA serta Muaythai mulai mendapatkan perhatian khusus dalam program pembinaan daerah.
Kedua cabang ini direncanakan akan diikutsertakan dalam ajang nasional yang akan digelar di Manado pada November mendatang, meskipun tantangan keterbatasan anggaran masih menjadi kendala yang harus dihadapi.
“Anggaran yang tersedia memang masih terbatas. Oleh karena itu, kami harus selektif dan teliti dalam melihat perkembangan serta hasil pembinaan atlet agar alokasi dana yang ada memberikan hasil prestasi yang maksimal,” jelasnya.
Lebih jauh, KONI Sumsel kini menyusun strategi pembinaan jangka panjang dalam rangka persiapan menuju PON di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Pola pembinaan kini lebih terarah, terukur, dan mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas, guna mencetak atlet yang benar-benar siap berjuang meraih kemenangan.
“Dulu mungkin kami mengirimkan atlet dalam jumlah besar, namun kini fokus kami lebih terpusat pada atlet yang memiliki potensi nyata dan dipersiapkan secara matang untuk meraih prestasi gemilang demi mengharumkan nama daerah,” pungkas Tubagus.
Dengan kepemimpinan baru dan dukungan penuh dari KONI Sumsel, langkah IBC MMA Sumsel ke depan diharapkan menjadi tonggak kebangkitan olahraga bela diri campuran.
Sinergi antara pembinaan bakat, pemenuhan fasilitas, dan penyelenggaraan event berkualitas menjadi kunci utama mewujudkan Sumatera Selatan sebagai salah satu kekuatan utama olahraga bela diri di Indonesia, membawa semangat juang dan prestasi yang terus berkumandang dari Palembang ke seluruh penjuru negeri. (*/Andrian)












