Maulid Nabi: Momentum Tingkatkan Spiritualitas dan Nasionalisme di Era Disrupsi Ekonomi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi penguat semangat keagamaan dan kebangsaan, terutama di tengah tantangan ekonomi yang melanda masyarakat.

AGAMA, Banten, EKONOMI, Nasional2275 Dilihat
Spread the love
         
 
  
                 
   

Tangerang, Radar Keadilan – Memasuki bulan Maulid, umat Islam di Indonesia diingatkan untuk menjadikan momen kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum meningkatkan semangat beribadah dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Hal ini menjadi semakin relevan di tengah kondisi ekonomi yang kurang stabil dan berpotensi menggerus semangat religiusitas masyarakat.

Gus Nur Rohman, Wakil Ketua PWNU Banten dan pengurus PCINU Hongkong, menyampaikan bahwa kemiskinan dapat berdampak luas, bahkan mendekatkan seseorang pada kekafiran.

“Kemiskinan menimbulkan dampak kerusakan yang lebih luas. Dampak kemiskinan dan lemahnya ekonomi masyarakat bisa menjadikan masyarakat melakukan perbuatan yang menyimpang baik dari sisi agama maupun pemerintah,” ujarnya dalam pengajian rutin ‘Marhaban Ya Syahru Maulid’ di Pondok Pesantren Technopreneur As Shofa, Tangerang, Banten, Minggu (24/8/2025) malam.

Lebih lanjut, Gus Nur Rohman menekankan bahwa bulan Maulid harus menjadi spirit perubahan dan kemajuan, meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.

Ia juga mengajak umat Islam untuk bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih, sehingga tidak ada lagi kendala dalam melaksanakan ajaran agama.

banner"300x300"title"300x300"