“Kami sama sekali tidak menyangka animo masyarakat setinggi ini. Gedung sudah penuh padat, bahkan penonton meluber sampai ke luar area. Maka kami segera siapkan layar tambahan di luar agar tidak ada satu pun warga yang kecewa,” ungkapnya.
Menyikapi tingginya minat tersebut, Eflianty memastikan pihaknya akan meningkatkan pelayanan dan fasilitas untuk pertandingan selanjutnya.
“Mulai laga semifinal Inggris melawan Argentina hingga partai final nanti, kami memindahkan lokasi Nobar ke lapangan depan Masjid TVRI Sumsel yang jauh lebih luas. Di sana kami sediakan videotron LED berukuran 2,5 x 4 meter sebagai layar utama, dilengkapi proyektor dan televisi besar lainnya agar pengalaman menonton semakin nyaman dan meriah,” tambahnya.
Langkah positif ini mendapatkan apresiasi tinggi dari tokoh masyarakat Sumatera Selatan, Iklim Cahya.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat persaudaraan antarwarga tanpa memandang latar belakang. Suasana yang aman, tertib, dan penuh kebersamaan seperti ini sangat kita butuhkan,” ujarnya.
Salah satu penonton yang hadir, Bram Anhar, mengaku rela datang sejak pukul 01.00 dini hari demi mendapatkan tempat strategis.
“Suasananya persis seperti berada di dalam stadion. Sorak sorai bersatu membuat kami semakin terbawa semangat. Saya sangat menyambut baik pemindahan lokasi ke tempat yang lebih luas,” katanya dengan gembira.
TVRI Sumsel dengan ini mengundang seluruh masyarakat untuk kembali hadir pada Kamis dini hari, pukul 02.00 WIB guna menyaksikan laga penentu tiket final antara Inggris berhadapan dengan Argentina.
Dengan lokasi yang lebih lega dan fasilitas penayangan yang lebih canggih, rangkaian Nobar ini diharapkan terus menjadi titik temu kebersamaan warga Sumatera Selatan dalam merayakan pesta sepak bola dunia hingga akhir nanti. (*/SMSI Sumsel)













