Bupati OKI: Pendidikan dan Pembinaan Rohani adalah Bekal Integrasi
Bupati OKI, H. Muchendi, menekankan pentingnya pendidikan dan pembinaan rohani sebagai bekal integrasi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
“Remisi dan pendidikan adalah kesempatan emas. Jadikan momen ini sebagai titik perubahan. Kembalilah ke masyarakat sebagai manusia yang lebih baik. Jangan ulangi kesalahan, dan manfaatkan pendidikan rohani dan intelektual untuk membuktikan bahwa saudara bisa diterima kembali sebagai individu produktif,” ujarnya.
Pemerintah Hadir Membimbing, Bukan Hanya Menghukum
Bupati Muchendi juga menambahkan bahwa kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag adalah bukti nyata kehadiran pemerintah tidak hanya untuk menghukum, tetapi juga untuk membimbing.
“Langkah ini bukan hanya simbolik, melainkan bagian dari upaya holistik Pemkab OKI untuk mendukung reintegrasi warga binaan. Sinergi pendidikan dan pembinaan spiritual terbukti membuka jalan bagi mereka untuk kembali menjadi bagian positif dari masyarakat,” pungkasnya.
Remisi untuk Ratusan Warga Binaan
Dalam acara tersebut, sebanyak 744 warga binaan Lapas Kayuagung menerima remisi umum, sementara 725 warga binaan memperoleh remisi dasawarsa. Sebanyak 45 orang di antaranya langsung bebas pada hari itu, menyusul adanya kebijakan subsider pengganti.
Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Lapas Kayuagung juga menampilkan hasil pembinaan kemandirian warga binaan, seperti bengkel otomotif dan jasa potong rambut. Ini adalah bukti nyata bahwa warga binaan memiliki potensi untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan dibukanya akses pendidikan dan pembinaan rohani, diharapkan warga binaan Lapas Kayuagung dapat memiliki bekal yang cukup untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan produktif.
Semangat kemerdekaan membawa harapan baru bagi mereka yang ingin berubah dan berkontribusi positif bagi bangsa. (*/Red)












