Jakarta, Radar Keadilan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini berada pada tingkat darurat, guna memastikan masalah ini segera tertangani secara tuntas.
Dalam tausiyah tertulis yang disiarkan Dewan Pimpinan MUI pada Senin (19/10), lembaga itu menegaskan bahwa karhutla telah berdampak serius terhadap lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, serta perekonomian nasional.
Gangguan terhadap aktivitas warga, kerusakan ekosistem, hingga ancaman nyawa bagi kelompok rentan — anak-anak, lansia, dan kelompok berisiko lain — sudah nyata dirasakan, bahkan dampaknya telah menjangkau negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
“Kita telah melihat kerusakan di darat maupun di laut akibat ulah tangan manusia. Allah memperingatkan kita melalui akibat perbuatan tersebut agar kita kembali ke jalan yang benar,” kutip MUI mengutip Q.S. Ar-Rum ayat 41.
MUI meminta pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BNPB, serta seluruh elemen masyarakat dan relawan untuk memperkuat sinergi dan mengerahkan segala sumber daya guna mempercepat proses pemadaman kebakaran.
Aparat penegak hukum juga diminta bertindak tegas, adil, dan tanpa pandang bulu terhadap pihak perseorangan maupun korporasi yang membakar hutan dan lahan secara sengaja demi keuntungan bisnis.








