Konflik Manusia-Gajah di Air Sugihan: Mencari Solusi Berkelanjutan
Lebih lanjut, konflik antara manusia dan gajah di Kecamatan Air Sugihan semakin mengkhawatirkan. Anggota DPRD OKI Fraksi PAN, Budiman, mengingatkan bahwa solusi sementara tidak cukup efektif.
Budiman mendesak solusi sistematis, yakni hibah 200 hektar lahan konsesi Sinarmas Group untuk dijadikan zona pakan gajah.
“Kita tidak bisa hanya mengusir gajah,” tegas Budiman, “mereka butuh tempat untuk hidup dan mencari makan. Satu ekor gajah memakan hampir dua ton makanan sehari!”
Wakil Bupati Supriyanto merespon positif usulan tersebut dan berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak perusahaan, pemerintah provinsi, dan Kementerian terkait.
“Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Rapat Paripurna DPRD OKI telah mengungkap dilema yang dihadapi Kabupaten OKI: mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tengah ancaman serius dari berbagai masalah sosial.
Kolaborasi dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, dari tingkat lokal hingga nasional, sangat krusial untuk mengatasi masalah ini dan membangun OKI yang lebih aman, sehat, dan sejahtera.
Keberhasilan pembangunan di OKI bergantung pada kemampuan untuk menyeimbangkan ambisi pembangunan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Red)














