Ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial merupakan kekuatan utama bangsa dalam mewujudkan karya yang bermanfaat bagi kepentingan umum.
Prosesi inti peletakan batu pertama dilaksanakan dengan tata cara yang sakral dan khidmat, diawali dengan doa bersama memohon keselamatan dan kelancaran pembangunan.
Secara simbolis, batu pertama diletakkan oleh Pangdam II/Sriwijaya, didampingi oleh Dandim 0402/OKI dan para pemimpin daerah yang hadir, menandai dimulainya pembangunan rumah Allah tersebut.
Setelah rangkaian acara formal selesai, nuansa keakraban semakin menguat dan melebur sepenuhnya.
Jajaran TNI, ibu-ibu Persit, dan masyarakat umum bergerak serentak melakukan senam bersama di kawasan Danau Biru, menunjukkan kedekatan emosional dan semangat hidup sehat.
Kebersamaan ini terus berlanjut dalam suasana ramah tamah yang hangat, penuh kekeluargaan, dan tanpa sekat.
Kehangatan suasana semakin terasa saat Pangdam II/Sriwijaya beserta istri turut merasakan fasilitas wisata setempat dengan menaiki wahana jet ski, didampingi oleh pengelola kawasan Danau Biru.
AKeterlibatan langsung pimpinan TNI dalam kegiatan rekreasi ini disambut gembira oleh masyarakat, menjadi bukti nyata kedekatan, keterbukaan, dan kebersamaan yang erat antara aparat dengan rakyat.
Melalui tegaknya Masjid Jami Al-Ma’ruf Hasanah di kawasan ini, diharapkan kelak hadir sebagai sarana ibadah yang nyaman, asri, dan representatif.

Lebih dari itu, masjid ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah, sekaligus menjadi monumen abadi yang merekam sejarah sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun Ogan Ilir yang religius, maju, dan bersatu. (*/Feri)











