Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Universitas Sriwijaya (Unsri) mengambil langkah strategis dan visioner dengan memperkuat kolaborasi dalam upaya pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pendekatan ilmiah berbasis riset terkini.
Komitmen kuat tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati OKI, Rabu (22/4).
Langkah konkret ini menjadi jawaban atas urgensi penanganan wilayah yang didominasi oleh ekosistem gambut, di mana sekitar 70 persen wilayah Kabupaten OKI merupakan lahan rawan terbakar yang memerlukan penanganan modern dan terukur.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi merupakan kebutuhan mutlak dan mendesak.
Menurutnya, karakteristik wilayah yang unik tidak lagi dapat ditangani hanya dengan metode konvensional, melainkan membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Setiap tahun OKI menjadi sorotan nasional terkait isu karhutla. Namun, capaian positif pada tahun 2025 yang mencatatkan jumlah titik api paling sedikit harus menjadi momentum untuk ditingkatkan. Kita harus mempertahankan prestasi ini dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan terukur,” tegas Muchendi.
Lebih lanjut, Muchendi menjelaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan riset untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.





