Produksi meningkat hingga 80 persen, mencapai 4,5 ton beras per hektare dalam masa tanam 3–4 bulan.
Kualitas produk jauh lebih baik, sehingga dapat dijual hingga Rp20.000 per kilogram. Akibatnya, pendapatan rata-rata petani kini melonjak hingga mencapai Rp8 juta setiap bulannya.
“Dulu hasil panen tidak menentu, bahkan sering kali tak cukup untuk kebutuhan keluarga. Berkat pertanian organik dan pendampingan yang kami terima, produksi meningkat dan kami dapat menjalani kehidupan yang jauh lebih layak serta mandiri,” ungkap Sutarni.
Keberhasilan tersebut kemudian meluas ke arah pemberdayaan lebih luas. Sejak tahun 2024, Kelompok Wanita Tani Rosela yang dipimpinnya juga mengembangkan kegiatan di Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina seluas setengah hektare.
Di sana, anggota kelompok menanam tanaman obat keluarga dan sayuran, kemudian mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi seperti teh herba, bumbu tradisional, serta makanan olahan. Penjualan produk ini menghasilkan pendapatan kelompok sebesar Rp2 juta setiap bulan.
Selain itu, kelompok aktif menyebarkan pengetahuan mengenai manfaat tanaman obat kepada pelajar dan masyarakat umum yang berkunjung ke lokasi tersebut.

Iwan Ridwan Faizal selaku Manajer Bidang Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat PHR Zona 4 menegaskan bahwa kehadiran perusahaan senantiasa bertujuan untuk pertumbuhan bersama dengan warga sekitar wilayah operasi.
“Kisah keberhasilan yang dibuktikan oleh Ibu Sutarni dan rekan-rekan petani menunjukkan bahwa pemberdayaan yang tepat mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara inisiatif masyarakat dan dukungan program korporat yang terarah dapat mengubah tantangan menjadi peluang besar.
Langkah yang ditempuh di Talang Ubi Utara pun menjadi model keberhasilan yang menginspirasi, membuktikan bahwa pertanian yang ramah lingkungan bukan hanya menjaga kelestarian alam, melainkan juga menjadi jalan utama menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang adil serta merata. (*/Nandar)








