
Senada dengan hal itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyatakan kesiapan penuh melaksanakan arahan pemerintah demi mendukung pengembangan pembangkit berbasis sampah sebagai solusi atas darurat sampah sekaligus langkah strategis menuju kemandirian energi.
“PLN siap melaksanakan perjanjian yang telah disepakati dan menyerap seluruh produksi listrik dari pengolahan sampah ini untuk disalurkan kepada masyarakat. Melalui kepastian pembelian selama 20 tahun, kami berkomitmen menjamin keberlangsungan proyek pengolahan sampah menjadi energi secara berkelanjutan,” tegas Suroso.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Pengolahan Sampah Menjadi Energi Legok Nangka membuktikan bahwa sektor ketenagalistrikan mampu berkontribusi langsung menyelesaikan persoalan lingkungan.
Selama sampah masih dihasilkan, energi bersih akan terus tersedia — sebuah siklus berkelanjutan yang sekaligus melindungi lingkungan dan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah, kepastian penyerapan listrik oleh PLN, serta sinergi antar-pemangku kepentingan, Pembangkit Listrik Tenaga Pengolahan Sampah Menjadi Energi Legok Nangka tak hanya akan mengubah tumpukan sampah menjadi energi bermanfaat, tetapi juga menjadi tonggak perubahan menuju pengelolaan sampah nasional yang lebih bermartabat, lingkungan yang lebih sehat, dan masa depan energi Indonesia yang semakin bersih dan berkelanjutan. (*/Darma)
Narahubung:
Gregorius Adi Trianto
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN
Telepon: 021 7261122
Faksimili: 021 7227059
Sekilas Tentang PLN:
PT PLN (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang penyediaan tenaga listrik, senantiasa berkomitmen berinovasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
PLN menjalankan agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi perusahaan kelas dunia dan pilihan utama masyarakat dalam penyediaan solusi energi, melalui pengembangan usaha berkelanjutan, penerapan digitalisasi secara menyeluruh, akselerasi transisi energi guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission, serta pembentukan sumber daya manusia yang berdaya saing global.









