
“Kita ingin masyarakat mengenang rumah sakit ini bukan hanya karena gedung atau alatnya yang lengkap, tetapi karena pelayanannya yang hangat dan memanusiakan,” kata Muchendi.
Kerja Kolektif dan Inovasi Digital
Bupati Muchendi juga mengingatkan bahwa keberhasilan rumah sakit adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari tenaga medis, perawat, hingga staf administrasi.

“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. RSUD Kayuagung harus menjadi tim yang solid dengan satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Menghadapi tantangan era digital, Bupati Muchendi mendorong penerapan inovasi dan digitalisasi layanan di RSUD Kayuagung. Ia menilai percepatan layanan berbasis teknologi menjadi keharusan di tengah ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi.

“Kita harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Kritik dan masukan dari masyarakat, termasuk yang disampaikan lewat media sosial, harus dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan layanan,” pesannya.
Dengan semangat reformasi yang digaungkan, RSUD Kayuagung diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan menjadi kebanggaan masyarakat Ogan Komering Ilir.
Transformasi ini bukan hanya tentang perubahan struktural, tetapi juga tentang perubahan budaya kerja yang lebih profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. (*/Red)













