“Dulu panen manual memakan waktu dan tenaga. Sekarang dengan combine harvester, panen lebih cepat dan hasilnya lebih banyak,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati Muchendi mengapresiasi inisiatif warga yang secara sukarela mengalihfungsikan lahan karet menjadi sawah, menunjukkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan.

“Bahkan banyak warga yang meminta lahan karetnya dialihfungsikan menjadi sawah. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan ketahanan pangan,” katanya.
Hal ini terlihat di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, dan beberapa kecamatan lain.
Pemerintah Kabupaten OKI, bersama Kementerian Pertanian, menargetkan perluasan program OPLAH dan cetak sawah seluas 46.762 Ha pada tahun 2025.
“Pemerintah akan terus membantu petani, meningkatkan kapasitas, dan memperbaiki infrastruktur pendukung produktivitas pertanian,” jelas Bupati Muchendi.
Kepala Dinas KPTPH OKI, Ir. Irawan, MM, menegaskan potensi besar Kecamatan Lempuing dan Tanjung Lubuk dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Lempuing dan Tanjung Lubuk memiliki lahan irigasi yang sangat potensial untuk panen tiga kali setahun (IP 300),” jelasnya.
Ia juga menyebutkan produktivitas padi Inpari 42 yang mencapai 8 ton gabah kering panen per hektare.
Penyaluran alsintan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran untuk mendukung keberhasilan program ini. (*/Red)








