
“Keahlian ini saya dapatkan secara turun-temurun. Alhamdulillah, pesanan terus mengalir,” kata Suherman.
Bahkan banyaknya pesanan, pembeli harus rela mengantri hingga satu tahun untuk mendapatkan ketek impian mereka.
Harga Bervariasi, Kualitas Tetap Nomor Satu
Harga satu unit ketek berkisar antara Rp. 8 – 40 juta, tergantung spesifikasi yang diinginkan pemesan. Meski demikian, kualitas tetap menjadi prioritas utama para pengrajin.

“Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik. Kualitas kayu, mesin, dan cat yang kami gunakan selalu yang terbaik,” tegas Suherman.
Pelestarian Warisan Budaya untuk Masa Depan
Pembuatan perahu kayu di Desa Simpang Tiga adalah bukti nyata bahwa warisan budaya dapat menjadi sumber penghidupan, identitas, dan inspirasi bagi generasi muda. Pelestarian potensi lokal ini adalah tugas bersama, demi masa depan desa yang berakar pada kekuatan lokal.

“Kami berharap, tradisi pembuatan ketek ini akan terus hidup dan berkembang di desa kami. Ini adalah warisan yang tak ternilai harganya,” pungkas Suherman. (*/Red)












