Program ini dirancang untuk memastikan berbagai bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal, produktif, dan berkelanjutan.
Layanan konseling diberikan secara independen, sukarela, dan tanpa dipungut biaya apapun.
Ketua AJ-PENA, Megat Alang, menjelaskan latar belakang diluncurkannya program ini.
“Program konseling ini merupakan langkah awal bakti organisasi kepada masyarakat. Pendampingan yang kami lakukan bersifat independen, sukarela, dan tidak dipungut biaya. Harapan kami, masyarakat ekonomi lemah bisa mendapatkan pemahaman yang benar sehingga bantuan pemerintah dapat menjadi modal kebangkitan ekonomi, bukan hanya sekadar bantuan konsumtif,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan komitmen organisasi untuk membangun kemandirian ekonomi melalui pembentukan badan usaha profesional di masa depan.
“Ke depan kami berharap AJ-PENA memiliki badan usaha yang bonafit untuk membantu operasional organisasi. Dengan kemandirian ekonomi, AJ-PENA dapat bekerja lebih independen dalam menjalankan tugas jurnalistik dan pengawasan, sehingga kehadiran pers benar-benar mampu memberikan pengaruh nyata bagi perubahan di masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Antar Lembaga AJ-PENA, M. Sanjaya, menyampaikan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas jangkauan dan manfaat program.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun organisasi sosial, agar program ini benar-benar memberi manfaat luas. Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat agar mampu memanfaatkan program bantuan pemerintah secara tepat sehingga dapat menjadi jalan keluar dari kesulitan ekonomi,” ungkapnya.
Melalui program ini, AJ-PENA Musi Banyuasin bertekad menjadikan kehadiran organisasi tidak hanya sebatas menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan kesejahteraan ekonomi warga.














