“Sekitar dua hingga tiga jam setelah pintu air Bendungan Over Komering dibuka, air mulai menggenangi Kecamatan Lempuing dan kemudian meluas ke Kecamatan Lempuing Jaya,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Listiadi Martin.
Dua kecamatan menjadi zona terdampak paling parah, yaitu Lempuing dan Lempuing Jaya.

“Bersama Wakil Bupati dan dibantu TNI-Polri, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta menyalurkan bantuan,” jelas Listiadi Martin.
Pada Senin (12 Januari 2026), Dinas Sosial (Dinsos) OKI telah menyalurkan 120 paket bantuan logistik yang terdiri atas bahan kebutuhan pokok, selimut, tikar, perlengkapan mandi, dan kebutuhan harian lainnya.
“Sebagian besar sawah di Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan padi dengan pola tanam IP 200 yang ditanam pada November–Desember. Sementara di Kecamatan Air Sugihan, tanaman padi sudah memasuki masa panen. Untuk sawah yang terdampak, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian dengan total luasan sekitar 578 hektare,” jelas Pelaksana Tugas Kepala DKPTH OKI, Alexsander.

“Bagi sekolah-sekolah terdampak yang juga dijadikan posko evakuasi, secara sementara diterapkan pembelajaran secara daring,” ujar Kepala Disdik OKI, M. Refly.
Bupati OKI, H. Muchendi, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir susulan, longsor, dan dampak hidrometeorologi lainnya akibat intensitas hujan yang masih tinggi.
“Saya minta seluruh OPD melakukan upaya menyeluruh terhadap sarana dan prasarana serta kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dirikan posko, siagakan petugas, pastikan semua benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat,” tegasnya.
Bupati juga secara khusus menekankan pentingnya layanan kesehatan yang optimal.
“Dinas Kesehatan harus siap penuh, baik dari sisi tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, hingga logistik medis. Pelayanan kesehatan harus siaga 24 jam,” tambahnya.
Warga Desa Tebing Suluh, Tri Handoko (43), menyampaikan bahwa wilayah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lempuing selalu menjadi zona rentan setiap kali terjadi hujan deras berkepanjangan.
“Air dari hulu mengalir deras. Saat sungai tidak mampu menampung debit air, air langsung meluap ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Hingga saat ini, BPBD OKI terus melakukan pemantauan berkala di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi.














