“Ketika ada event seperti ini, perputaran uang terasa. UMKM dan pedagang kecil merasakan lonjakan transaksi,” jelasnya.
Ia berharap lomba bidar tidak hanya menjadi tradisi di Kayuagung, tetapi juga dikenal lebih luas hingga ke seluruh Sumatera Selatan.
“Budaya ini harus dilestarikan, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, Bupati Muchendi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan setelah acara selesai.

#HUTRI #HadiahLomba #SemangatKemerdekaan #IndonesiaRaya
“Setiap kegiatan pasti menghasilkan sampah. Setelah lomba berakhir, lingkungan harus kembali bersih,” tegasnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga OKI, Muhammad Amin, S.Pd., MM, yang juga menjabat sebagai ketua panitia lomba, menyampaikan bahwa lomba bidar menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di kabupaten tersebut.
“Juara pertama mendapat uang pembinaan Rp10 juta, juara kedua Rp7 juta, juara ketiga Rp5 juta, dan juara keempat Rp3 juta, selain trofi,” tandasnya.
Dengan berakhirnya lomba bidar ini, semangat kemerdekaan dan kebersamaan diharapkan terus membara di hati masyarakat OKI. (*/Red)













