Tanjung Enim, Radar Keadilan – Upaya memperkuat kemandirian energi nasional memasuki babak baru melalui pengembangan proyek strategis hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), sebagai anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, mengambil peran sentral dalam inisiatif ini.
Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas tantangan global serta wujud nyata pelaksanaan amanat Pasal 33 UUD 1945 dan visi Asta Cita untuk mengelola sumber daya alam demi sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Di tengah dinamika geopolitik dunia, gangguan rantai pasok global, dan fluktuasi harga energi yang tidak menentu, ketahanan energi menjadi prioritas utama.
Saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan besar akibat ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang mencapai sekitar 80 persen dari total kebutuhan nasional.
Kondisi ini memberikan tekanan signifikan terhadap neraca perdagangan, pembelanjaan devisa negara, serta beban subsidi energi.
Melalui transformasi batu bara menjadi DME, PTBA bersama mitra strategis berupaya menghadirkan solusi energi alternatif berbasis sumber daya dalam negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah industri pertambangan nasional.
CEO/Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian integral dari percepatan Proyek Strategis Nasional yang bertujuan memperkokoh fondasi ekonomi dan energi Indonesia.
“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah krusial dalam menekan angka ketergantungan terhadap impor LPG yang saat ini masih mendominasi kebutuhan nasional,” tegas Rosan dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II, Kamis (29/04/2026).
Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, menambahkan bahwa konversi batu bara menjadi DME memberikan manfaat strategis yang luas, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Banyak dari dampak positif tersebut tidak tercatat dalam laporan keuangan perusahaan semata, melainkan dirasakan langsung oleh kepentingan nasional.
“Proyek DME memberikan keuntungan yang besar bagi negara. Namun banyak keuntungan negara yang tidak dapat dicatat dalam pembukuan korporasi. Mudah-mudahan proyek ini bisa terwujud dan dijalankan sesuai target supaya kita bisa jadi negara yang mandiri energi dan pangannya,” ujar Fuad.
Senada, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyatakan bahwa hilirisasi merupakan pilar utama strategi perusahaan dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral dan batu bara.
Sinergi antar anggota grup dan mitra strategis terus didorong untuk memastikan proyek berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata.
“MIND ID akan terus mendorong sinergi antar anggota grup dan mitra strategis untuk memastikan proyek hilirisasi berjalan optimal dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Maroef.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar upaya industri, melainkan bentuk kesiapan perusahaan dalam menjawab tantangan energi bangsa.
“Proyek ini juga sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong industrialisasi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta menciptakan lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Arsal.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, juga menyampaikan bahwa pengembangan DME merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan yang memiliki dampak luas.
“Pengembangan DME merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, menghemat devisa, serta memperkuat industri domestik,” kata Turino.
Keberhasilan proyek ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban impor, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja, perkembangan industri pendukung, dan peningkatan aktivitas ekonomi lokal.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, inisiatif ini diharapkan menjadi pilar kokoh dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang mandiri dan berkelanjutan. (*/Red)
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Eko Prayitno
Corporate Secretary Division Head
PT Bukit Asam (Persero) Tbk
Email: corsec@bukitasam.co.id
Website: www.ptba.co.id














