Kompolnas berkomitmen mendorong Polda Sumsel agar setiap tahapan penanganan kasus disampaikan secara terbuka kepada publik.
“Kami datang ke Palembang untuk memastikan hal tersebut. Data dan informasi yang ada akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi agar langkah penindakan dapat segera dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie menegaskan peran strategis insan pers dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.
Ia berencana menemui Kapolda Sumsel secara langsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, untuk mendesak pengusutan tuntas dan transparansi kasus ini.
“Peristiwa ini sangat disayangkan dan tidak wajar terjadi pada insan pers. Apalagi rekan-rekan media telah lama menjalin hubungan baik dengan Polda Sumsel,” ungkap Andie Dinialdie.
Koordinator Koalisi Pers Sumsel Ardhy Fitriansyah berharap pertemuan dengan Kompolnas dan DPRD Sumsel dapat mendorong pihak kepolisian mengambil langkah lebih tegas terhadap para pelaku.
“Semua bukti telah terang benderang. Kami yakin pihak kepolisian tidak akan mengalami kesulitan dalam mengungkap kasus ini, karena rekaman video dan foto sudah tersedia. Melalui rekomendasi Kompolnas, kami berharap Polda Sumsel bekerja lebih tegas dan cepat dalam menindaklanjuti peristiwa ini,” tegas Ardhy Fitriansyah.
Peristiwa ini menjadi perhatian bersama karena menyangkut keamanan dan kebebasan menjalankan profesi jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang.
Semoga proses hukum berjalan lancar, keadilan tercapai, dan perlindungan terhadap seluruh insan pers semakin diperkuat. (*/SMSI Sumsel)









