Api terus menyala hingga berita diterbitkan, sementara aroma gas menyengat telah menyebar ke wilayah permukiman dan memunculkan kekhawatiran akan potensi bahaya yang lebih besar.
Peristiwa terdeteksi pertama kali sekitar pukul 15.40 WIB. Sebelum jilatan api muncul secara tiba-tiba dari titik kebocoran, warga mendengar suara desisan khas gas bertekanan tinggi yang keluar dari pipa.
“Pipa tersebut diduga sudah mulai keropos akibat usia yang tua. Secara fisik terlihat tidak lagi layak digunakan, sehingga akhirnya mengalami kebocoran dan terbakar,” ungkap salah seorang warga setempat.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena gas yang keluar tidak hanya terbakar di lokasi kejadian, melainkan juga terbawa angin ke arah pemukiman warga.
Bau gas yang tajam bahkan meresap hingga ke dalam rumah-rumah, membuat sebagian warga terpaksa keluar untuk menghindari gangguan pernapasan.
Masyarakat juga khawatir akan kemungkinan ledakan jika gas yang menyebar tersulut oleh percikan api manapun.
Insiden ini menjadi pemicu desakan kuat dari masyarakat agar pihak terkait melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh jalur pipa yang melintasi kawasan permukiman di Desa Talang Akar dan wilayah sekitarnya.
Masyarakat juga menuntut peremajaan pipa-pipa yang dinilai telah memasuki usia tua, guna menjamin keselamatan hidup dan harta benda serta melindungi kelestarian lingkungan setempat.











