Kebocoran Pipa Pertamina di PALI Picu Kobaran Api Besar, Gas Menyengat Merambah Permukiman

Kebocoran Pipa Pertamina di PALI Picu Kobaran Api Besar, Gas Menyengat Merambah Permukiman

Spread the love
         
 
  
                 
   
PALI, radar Keadilan Kamis sore (26/2/2026), kawasan Dusun Delapan, Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, diguncang insiden serius ketika pipa jalur line yang diduga milik Pertamina mengalami kebocoran dan memicu kobaran api skala besar.

Api terus menyala hingga berita diterbitkan, sementara aroma gas menyengat telah menyebar ke wilayah permukiman dan memunculkan kekhawatiran akan potensi bahaya yang lebih besar.

Peristiwa terdeteksi pertama kali sekitar pukul 15.40 WIB. Sebelum jilatan api muncul secara tiba-tiba dari titik kebocoran, warga mendengar suara desisan khas gas bertekanan tinggi yang keluar dari pipa.

Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi kobaran api yang sulit dikendalikan.

“Pipa tersebut diduga sudah mulai keropos akibat usia yang tua. Secara fisik terlihat tidak lagi layak digunakan, sehingga akhirnya mengalami kebocoran dan terbakar,” ungkap salah seorang warga setempat.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena gas yang keluar tidak hanya terbakar di lokasi kejadian, melainkan juga terbawa angin ke arah pemukiman warga.

Bau gas yang tajam bahkan meresap hingga ke dalam rumah-rumah, membuat sebagian warga terpaksa keluar untuk menghindari gangguan pernapasan.

Masyarakat juga khawatir akan kemungkinan ledakan jika gas yang menyebar tersulut oleh percikan api manapun.

Upaya pemadaman dan penanganan insiden terus dilakukan di lokasi. Namun hingga sekitar pukul 18.00 WIB, upaya tersebut belum berhasil menjinakkan api sepenuhnya akibat tekanan gas yang kuat dari dalam pipa.

Insiden ini menjadi pemicu desakan kuat dari masyarakat agar pihak terkait melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh jalur pipa yang melintasi kawasan permukiman di Desa Talang Akar dan wilayah sekitarnya.

Masyarakat juga menuntut peremajaan pipa-pipa yang dinilai telah memasuki usia tua, guna menjamin keselamatan hidup dan harta benda serta melindungi kelestarian lingkungan setempat.

Seperti insiden yang mengguncang kawasan ini hari ini, kondisi pipa yang tidak terawat dapat menimbulkan ancaman serius bagi seluruh lapisan masyarakat(*/Nandar)