Jakarta, Radar Keadilan – Semangat kepedulian dan harapan dipersembahkan Leo Club Karisma, komunitas pemuda yang berada di bimbingan Lions Club Indonesia, bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
Melalui acara bertajuk From Youth, By Youth, For Youth: A Day of Imagination, puluhan anak dari Rumah Singgah Lions dan Komunitas Sensory Lab Indonesia diajak menikmati kebersamaan serta suasana ceria di KidZania, Kawasan SCBD Jakarta, pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Kegiatan penuh makna ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Pejabat Kepala Dewan (PCC) Lions Club Indonesia, Eveline N. Chandra, District Governor A1 Lions Club Indonesia, Hastuti B. Kresna, Ketua Umum Special Olympics Indonesia (SOIna), Warsito Ellwein, serta Senior Manager Inclusive Youth Empowerment and Urban Programming Save the Children, Evie Woro Yulianti.
Sebagai ketua panitia sekaligus perwakilan Leo Club Karisma, Jonathan Albert Candra menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan sekaligus keinginan kuat untuk mengubah pandangan masyarakat.
Pengalaman pribadinya tumbuh bersama saudara kandung yang berkebutuhan khusus membuka mata dan hatinya terhadap tantangan nyata yang sering kali terabaikan.
“Saya merasakan langsung berbagai hambatan yang harus dihadapi adik saya setiap hari, serta bagaimana lingkungan sekitar belum sepenuhnya paham atau siap menerima keberadaan mereka dengan tangan terbuka. Anak-anak dengan keterbatasan atau kondisi kesehatan tertentu sering kali merasa terasing dan sulit berbaur dalam kegiatan sehari-hari. Pandangan yang berbeda dan perlakuan yang kurang baik kerap mereka terima, yang perlahan memupuskan senyum dan harapan mereka,” ungkap Jonathan.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya mengembalikan keceriaan serta menanamkan pesan mendalam tentang persamaan nilai diri setiap manusia.
“Kami berharap momen ini dapat mengembalikan sedikit kebahagiaan bagi mereka. Ingatlah selalu: kalian berbeda, namun tidak kurang berharga dibandingkan siapa pun,” tegas Jonathan dengan penuh haru.
Dalam kesempatan yang sama, Leo Club Karisma juga meluncurkan langkah nyata berupa penggalangan dana untuk mendukung persiapan dua ajang olahraga bergengsi bagi penyandang disabilitas.
Dana tersebut akan disalurkan untuk Pekan Olahraga Special Olympics Nasional (PESONAS) II yang akan digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Oktober 2026, serta Special Olympics World Games 2027 di Santiago, Chili.
Secara rinci, Leo Club Karisma menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta, sementara dukungan besar juga datang dari PT Forisa Nusa Persada yang menyumbang Rp30 juta.
Selain itu, sumbangan juga diserahkan kepada Save the Children, lembaga nirlaba yang berdedikasi dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak di Indonesia.
Eveline N. Chandra mengapresiasi inisiatif para pemuda yang dinilainya sebagai bukti nyata bahwa kepedulian lahir dari keinginan berbagi, tanpa memandang usia.
Menurutnya, kesempatan untuk berkarya dan berpartisipasi harus dibuka seluas-luasnya bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan.
“Kita wajib memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka. Tanpa diberi ruang untuk berkembang, kita tidak akan pernah mengetahui seberapa besar potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Saya sangat terharu dan bangga melihat semangat anak muda hari ini. Tanpa rasa peduli dan keinginan saling bantu, keberadaan kita tidak akan memiliki makna yang berarti di mata Tuhan. Berbagi adalah kebutuhan kita bersama,” ujar Eveline.
Senada dengan hal itu, Hastuti B. Kresna menekankan bahwa perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
Keberhasilan mewujudkan lingkungan yang inklusif, lanjutnya, sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi antar pihak.
“Setiap kelebihan yang kita miliki disertai tanggung jawab yang besar pula, yaitu mengajak semua pihak menikmati rasa syukur melalui tindakan nyata. Kegiatan hari ini membuktikan bahwa gabungan kekuatan dari Lions Club, Leo Club, rumah singgah, komunitas, organisasi olahraga, dan lembaga sosial mampu menciptakan perubahan nyata bagi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita,” jelas Hastuti.
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia, Ine Kharisma, memaparkan rincian pelaksanaan PESONAS II yang akan berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di Kupang.
Ajang ini merupakan kompetisi olahraga tingkat nasional yang diproyeksikan diikuti oleh 1.368 atlet terbaik yang datang dari 23 provinsi di seluruh Indonesia.
Ada tujuh cabang olahraga yang akan dipertandingkan, meliputi atletik, bocce, sepak bola, renang, bulu tangkis, tenis meja, dan senam ritmik.
Lebih dari sekadar kompetisi, PESONAS juga menghadirkan program pendukung seperti pemeriksaan kesehatan berkala, pengembangan jiwa kepemimpinan bagi atlet, serta pembinaan bakat sejak usia dini.
Hasil penampilan terbaik dalam ajang nasional ini menjadi penentu utama bagi perwakilan Indonesia yang akan berlaga di kancah internasional, yakni Special Olympics World Games 2027 di Santiago, Chili.
Ajang dunia tersebut diprediksi akan diikuti oleh 6.000 atlet yang berasal dari 170 negara dan wilayah, yang mempertandingkan 21 cabang olahraga.
Indonesia sendiri telah dipastikan memperoleh kuota resmi bagi 69 orang delegasi, yang terdiri dari atlet andalan, pelatih, tenaga medis, serta pengurus tim.
Gerakan yang digagas Leo Club Karisma ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian yang bergerak dari, oleh, dan untuk pemuda mampu menjembatani kesenjangan sosial serta membangun masa depan yang lebih inklusif, di mana setiap anak berhak bermimpi, berbahagia, dan berprestasi setinggi langit. (*/SMSI)









