Palembang, Radar Keadilan – Babak baru pengembangan olahraga bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA) di Sumatera Selatan resmi dimulai. M. Daffa Firzatullah secara sah dan bulat terpilih menjadi Ketua Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBC MMA) Sumsel untuk masa bakti 2026–2030.
Penetapan ini dihasilkan melalui musyawarah mufakat yang berlangsung di kediaman dinas Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel pada Jumat (15/5), menandai langkah strategis pembenahan organisasi dan pembinaan atlet di daerah ini.
Mengawali amanah barunya, Daffa menegaskan arah kebijakan kepengurusan akan berfokus pada pembinaan atlet muda secara berkelanjutan, disertai upaya masif memperluas jangkauan dan popularitas olahraga MMA di tengah masyarakat luas.
Ia menekankan bahwa kehadiran organisasi ini harus memberikan dampak nyata bagi perkembangan bakat olahraga di Sumatera Selatan.
“Kami berkomitmen agar MMA semakin dikenal dan dicintai masyarakat Sumatera Selatan. Ke depan, kami akan menggelar berbagai ajang bertaraf nasional serta melibatkan para atlet untuk menjaring dan mengajak generasi muda bergabung bersama IBC MMA. Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi,” ujar Daffa usai dikukuhkan.
Salah satu prioritas utama yang digariskan adalah penemuan bibit unggul petarung melalui serangkaian kejuaraan dan kompetisi rutin yang disusun secara terstruktur dan berjenjang.
Menurut Daffa, ajang pertandingan menjadi sarana seleksi dan pembuktian kemampuan paling efektif, guna mempersiapkan atlet agar mampu bersaing di kancah nasional.
“Kami ingin menggali potensi terbaik dari setiap daerah melalui kompetisi yang kami selenggarakan. Melalui ajang tingkat nasional yang akan kami gelar, kami berharap lahir petarung-petarung andalan asal Sumsel yang mampu bersaing di level tertinggi dan mengharumkan nama daerah,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Daffa memastikan seluruh kegiatan pertandingan akan berjalan tertib dan mengacu pada regulasi resmi yang berlaku.
Setiap atlet akan ditempatkan dalam kategori kelas yang jelas, mulai dari kelas ringan hingga kelas berat, yang ditentukan berdasarkan parameter berat badan dan klasifikasi teknis lainnya agar persaingan berlangsung adil dan aman.
“Segala hal telah diatur dalam aturan main dan kategori tersendiri. Setiap atlet akan disesuaikan kemampuan dan berat badannya agar tercipta pertandingan yang kompetitif namun tetap mengutamakan keselamatan,” tambahnya.
Tak sekadar membina bakat, Daffa memasang target besar menjadikan Sumatera Selatan sebagai pusat pencetak petarung MMA terbaik di Indonesia.
Ambisi ini didasari keyakinan akan potensi besar sumber daya manusia di daerah yang memiliki tradisi bela diri yang kuat.
“Cita-cita kami sederhana namun besar: ketika masyarakat Indonesia mendengar nama Sumatera Selatan, mereka langsung teringat pada petarung-petarung hebat dan tangguh. Kami ingin menjadikan Sumsel sebagai kiblat olahraga bela diri campuran di Tanah Air,” tegasnya dengan penuh keyakinan.









