Sebanyak 286 siswa diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an, sebuah ikhtiar panjang dalam menjaga kemuliaan kalam Ilahi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, menegaskan peran strategis madrasah sebagai garda terdepan dalam melahirkan generasi berkarakter Qurani.
“Madrasah harus konsisten menjadi benteng yang kokoh, menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan Qurani,” ujarnya dalam sambutannya.
Syafitri menambahkan, hafalan Al-Qur’an bukan sekadar capaian akademik, melainkan fondasi pembentukan akhlak dan integritas.

Prestasi akademik MAN 1 Palembang juga mendapat apresiasi tinggi. Empat siswa berhasil menembus seleksi pendidikan di Kairo, Mesir, membuktikan daya saing global lulusan madrasah.

“Keberhasilan siswa kita menembus Kairo adalah kebanggaan besar bagi keluarga besar Kemenag. Ini menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di level internasional tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Syafitri.
Kepala Kemenag Kota Palembang, Muflikhul Hasan, menegaskan bahwa program tahfidz merupakan keunggulan dan identitas madrasah saat ini.

“Semoga para wisudawan terus menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Kasi Penmad, jajaran Kepala Madrasah Negeri, Ketua Komite, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas SU 1 Palembang, sebagai wujud dukungan bersama dalam membangun generasi Qurani dari madrasah.
Dengan lahirnya para hafiz Al-Qur’an ini, MAN 1 Palembang menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang berdaya saing global, siap menghadapi tantangan zaman dengan berbekal ilmu pengetahuan dan spiritualitas yang kokoh. (*/Andrian)











