Penutupan APKASI Otonomi Expo 2024 Tampilkan Rangkaian Seni Budaya

Penutupan APKASI Otonomi Expo 2024 Tampilkan Rangkaian Seni Budaya

Photo Dok : APKASI, IMO Indonesia, Radarkeadilan.com

Tarian ini memiliki makna filosofis sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang berdiri di atas nilainilai filosofis yang mengakar dan terus tumbuh hingga saat ini.

Seperti tata kota yang mengacu kepada garis imajiner dari Pantai Parangtritis hingga Gunung Merapi. Makna dari tarian ini merepresentasikan garis imajiner yang merupakan gagasan dari Sri Sultan Hamengkubuwana I yang memiliki makna perjalanan hidup manusia, yakni lambang keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan dengan sesama manusia.

Keselarasan dan keseimbangan hubungan dengan Tuhan dan alam diwujudkan melalui ritual rasa syukur yang dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 1 Ruwah atau pada tahun ini jatuh pada tanggal 5 Maret 2022 dilaksanakan Upacara Adat Labuhan di Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis yang digelar oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat(Ril/IMO Indonesia)

banner"300x300"title"300x300"
Baca Juga :  IMO-Indonesia : Hari Pers Nasional di Pemilu 2024, Jaga Keutuhan Bangsa

BERITA TERKAIT