Agam, Radar Keadilan – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, kembali menunjukkan kepedulian dan komitmen tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui program bertajuk Cakrawala – Recovery Sumatera.

Inisiatif yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-45 PTBA ini dilaksanakan pada 5–9 April 2026 di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan fokus utama pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat serta pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Program ini hadir sebagai respons cepat atas dampak bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera Barat, yang tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi sosial, mental, serta kelancaran proses belajar mengajar di sejumlah titik lokasi terdampak.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di tengah masyarakat merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, PTBA terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana. Melalui program Cakrawala – Recovery Sumatera, kami ingin memastikan bahwa proses pemulihan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga psikologis, serta mendukung keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda,” ujar Eko.
Kegiatan menyasar sejumlah lokasi terdampak, antara lain Sekolah Darurat SMA Muhammadiyah Salareh Aia, TK Al-Ikhsan, PAUD Aisyah, dan TK Amanah di Kecamatan Palembayan, serta SDN 14 Labuah di Kecamatan Tanjung Raya.
Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi erat antara tim PTBA, mitra sosial Kitabisa, serta dukungan penuh dari para kepala sekolah dan tenaga pendidik setempat.
Koordinator Bidang Sosial dan Cakrawala HUT ke-45 PTBA, Ajis Purnomo, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif melalui tahapan survei dan asesmen mendalam guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Salah satu fokus utama adalah pemberian Psychological First Aid (PFA) kepada para siswa melalui pendekatan yang interaktif dan edukatif.
Berbagai aktivitas menyenangkan dilakukan, mulai dari permainan kelompok, sesi berbagi cerita, kegiatan kreatif seperti menggambar dan pembuatan pohon harapan, hingga pemberian motivasi.













