Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Menyemarakkan peringatan Bulan Bakti Bhayangkara ke-80, jajaran Kepolisian Resor Ogan Komering Ilir didukung Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan bahu-membahu bersama masyarakat melakukan pemulihan total Jembatan Merah Putih di Desa Jermun, Kecamatan Pampangan, Sabtu (30/5/2026).
Langkah nyata ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas wilayah, mendorong roda perekonomian, dan menghadirkan pelayanan publik yang menyentuh langsung hingga ke tingkat desa.

Sebagai urat nadi akses warga, jembatan sepanjang 14 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah hingga mencapai 60 persen.
Struktur penyangga utama mengalami keretakan serius yang menuntut pengecoran ulang, sementara pagar pengaman telah keropos dan rapuh akibat usia pakai lama serta paparan cuaca ekstrem.
Kondisi itu bukan saja melumpuhkan mobilitas harian, melainkan memunculkan risiko bahaya bagi warga yang menggunakannya untuk keperluan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Upaya pemulihan dipimpin langsung Kapolsek Pampangan AKP Hendri Permana, S.H., M.H., bersama personel kepolisian dan anggota Brimob, disertai peran aktif Kepala Desa serta warga setempat yang berpartisipasi secara sukarela.
Pekerjaan mencakup pengecoran ulang balok penyangga utama, penggantian pagar pengaman, dan perbaikan struktur beton penopang.
Hingga akhir hari pertama pelaksanaan, progres pengerjaan telah menembus angka 50 persen dan ditargetkan tuntas sepenuhnya dalam waktu dekat agar dapat berfungsi kembali secara aman dan maksimal.
Program Jembatan Merah Putih merupakan salah satu andalan dalam rangkaian Bulan Bakti Bhayangkara ke-80, sejalan dengan semangat Transformasi Polri Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Inisiatif ini menegaskan peran Polri tidak sekadar sebagai pelindung dan penegak hukum, melainkan juga mitra strategis dalam pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Pemulihan akses ini membuka kembali jalur distribusi hasil bumi, kelancaran perjalanan pelajar, serta kemudahan akses fasilitas kesehatan, berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kualitas hidup warga desa.
Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan peringatan Hari Bhayangkara harus dimaknai sebagai momentum kerja nyata, bukan sekadar seremonial.
“Semarak Hari Bhayangkara ke-80 kami wujudkan lewat karya yang manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat. Program Jembatan Merah Putih ini adalah bentuk dukungan Polri terhadap keterhubungan wilayah dan kesejahteraan warga. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut berperan membangun dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegas AKBP Eko Rubiyanto.
Sementara itu, Kapolsek Pampangan AKP Hendri Permana mengapresiasi semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama percepatan pekerjaan.
“Sinergi erat antara kepolisian, Brimob, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Hingga sore hari kemajuan pekerjaan sudah mencapai separuh jalan. Kami optimis jembatan ini segera selesai dan dapat digunakan kembali oleh seluruh masyarakat dengan rasa aman dan nyaman,” ungkap AKP Hendri Permana.
Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan program ini sebagai simbol nyata pengabdian institusi.
“Jembatan Merah Putih di Desa Jermun bukan sekadar struktur penghubung fisik, melainkan bukti kehadiran negara melalui Polri yang senantiasa berupaya memberi manfaat nyata. Sesuai arahan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., setiap personel wajib mampu menjawab pertanyaan sederhana namun mendalam: ‘Sudahkah kita berbuat baik hari ini?’. Melalui langkah konkret seperti inilah nilai-nilai pengabdian itu dihadirkan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Polda Sumatera Selatan memastikan rangkaian kegiatan Bulan Bakti Bhayangkara ke-80 akan terus digelar di seluruh wilayah hukum, meliputi beragam aksi sosial, kemanusiaan, dan pembangunan infrastruktur.
Lewat semangat pengabdian tanpa batas ini, Polri bertekad mempererat ikatan batin dengan masyarakat sekaligus turut mengakselerasi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan merata hingga ke pelosok desa. (*/HS)














