Speed Boat Haras Group Tenggelam Dihantam Gelombang Besar di Banyuasin, Satu Penumpang Meninggal

Speed Boat Haras Group Tenggelam Dihantam Gelombang Besar di Banyuasin, Satu Penumpang Meninggal

Spread the love
         
 
  
                 
   
Banyuasin, Radar Keadilan Insiden kecelakaan air memilukan mengguncang jalur transportasi perairan Kabupaten Banyuasin, ketika speed boat penumpang milik Haras Group diterjang gelombang besar hingga tenggelam di perairan Muara Jalur 8, Desa Upang Ceria, Kecamatan Muara Telang, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Personel kepolisian memberikan ucapan belasungkawa dan dukungan langsung kepada keluarga korban insiden tenggelamnya speed boat di Banyuasin. Tindakan ini menggambarkan rasa empati dan tanggung jawab aparat dalam mendampingi masyarakat pada saat sulit.| Red, radarkeadilan.com

Peristiwa tersebut menelan korban jiwa satu orang dan mengganggu aktivitas transportasi masyarakat pesisir.

Badan kapal mengalami kerusakan parah hingga pecah akibat benturan dengan gelombang kuat, menyebabkan kapal tidak dapat menahan kestabilan dan akhirnya tenggelam.

Laporan kejadian segera disampaikan Kapolres Banyuasin kepada Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., sebagai bentuk respons cepat terhadap insiden di jalur yang menjadi penghubung utama aktivitas masyarakat.

Korban meninggal dunia adalah seorang perempuan berinisial D. (55 tahun), warga RT 18 Dusun IV Desa Telang Jaya, Kecamatan Muara Telang.

Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman di kampung halamannya.
Personel Polairud dan Satpol PP bersama pihak terkait melakukan kunjungan untuk memantau kondisi pasien yang sedang mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian aparat dalam mendampingi dan memastikan kebutuhan masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan terpenuhi.| red, radarkeadilan.com

Aparat kepolisian sedang melakukan pendataan menyeluruh terkait jumlah penumpang serta memastikan tidak ada korban lain yang terdampak.

Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Sumatera Selatan segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

Personel kepolisian dengan bordir ‘SATNAS’ membantu penumpang dalam menaiki kapal di perairan pesisir, sebagai bentuk dukungan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi air setelah insiden tenggelamnya speed boat di Banyuasin.| Red, radarkeadilan.com

Tim yang dipimpin Dirpolairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.I.K. melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi, memastikan keamanan jalur perairan, serta mengamankan area sekitar untuk mencegah insiden tambahan.

Aparat juga menjalankan penyelidikan awal untuk menentukan faktor penyebab pasti kecelakaan. Berdasarkan informasi sementara, gelombang besar yang terjadi pada pagi hari diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan kejadian.

Perairan Muara Telang merupakan jalur transportasi air strategis bagi masyarakat pesisir Banyuasin, digunakan sebagai jalur mobilitas sehari-hari serta penghubung aktivitas ekonomi wilayah pesisir dan daerah aliran sungai Sumatera Selatan.

Aktivitas transportasi di sekitar lokasi sempat terganggu sebelum situasi kembali terkendali setelah aparat melakukan pengamanan dan penataan ulang jalur.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban.

Personel Polairud dan aparat terkait melakukan pertemuan bersama keluarga serta warga untuk membahas penanganan pasca-insiden tenggelamnya speed boat di Banyuasin, sekaligus memberikan dukungan dan menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil untuk memastikan keamanan jalur transportasi air ke depannya.| Red, radarkeadilan.com

“Kami turut berduka cita atas kehilangan nyawa dalam insiden ini. Personel Polairud Polda Sumsel telah ditempatkan di lokasi untuk memastikan situasi perairan aman dan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur,” ujar Kombes Pol Nandang.

Ia juga memberikan teguran serta imbauan kepada seluruh operator transportasi air dan masyarakat pengguna jalur perairan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan pelayaran.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan. Kami mengimbau seluruh pengelola transportasi air untuk mematuhi standar keselamatan pelayaran secara ketat, terutama pada kondisi alam yang tidak mendukung,” tegasnya.

Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama pihak terkait memberikan dukungan dan memantau kondisi korban atau keluarga yang sedang menjalani perawatan di ruangan kesehatan. Tindakan ini menunjukkan komitmen aparat dalam memberikan bantuan dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.| Red, radarkeadilan.com
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan di jalur transportasi air, sebagai upaya bersama untuk mencegah terjadinya korban jiwa dan kerusakan yang tidak perlu di masa mendatang. (*/Red)