Kunjungan dilakukan pada Senin, 9 Februari 2026, sebagai bentuk kepedulian yang konkret terhadap musibah yang terjadi.
Tim mengunjungi sejumlah titik permukiman yang sebelumnya terendam air, mengevaluasi kondisi lapangan, dan berdialog langsung dengan warga untuk mendengar kebutuhan mendesak.
“Kami datang untuk melihat kondisi aktual warga. DPRD bertekad memastikan penanganan berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi secara tepat sasaran,” ujarnya di sela kunjungan.
Kunjungan tersebut bukan hanya bentuk simbolis, melainkan bagian integral dari upaya menyerap aspirasi secara langsung untuk ditindaklanjuti melalui fungsi pengawasan dan penganggaran yang efektif.

“Masukan dari warga menjadi dasar penting untuk perbaikan ke depannya. Penanganan banjir tidak boleh hanya fokus pada tanggapan darurat, tetapi harus diimbangi dengan langkah pencegahan yang terencana dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain meninjau lokasi terdampak, bantuan juga diberikan kepada warga sebagai bentuk dukungan langsung.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat kecamatan, desa, dan relawan ditegaskan sebagai kunci keberhasilan penyampaian bantuan.
Atas aspirasi tersebut, akan dilakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan anggota DPRD Dapil VI Kecamatan Tanah Abang untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Evaluasi infrastruktur juga menjadi fokus utama, terutama terkait sistem drainase dan aliran sungai di wilayah rawan banjir.
“Persoalan banjir harus ditangani dari akar penyebabnya. Normalisasi saluran air dan perbaikan sistem drainase harus menjadi prioritas pembangunan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi tonggak awal penguatan koordinasi lintas sektor dalam mempercepat pemulihan dan mencegah terulangnya banjir di Desa Curup.












