Kebakaran Hanguskan Enam Rumah di Desa Perigi, OKI: Empat Rumah Ludes Terbakar

Kebakaran Hanguskan Enam Rumah di Desa Perigi, OKI: Empat Rumah Ludes Terbakar

OKI, Sumatera Selatan2727 Dilihat

Bantuan juga mengalir dari pihak swasta. PT Bintang Harapan Palma memberikan bantuan berupa enam paket sembako dan uang tunai kepada enam kepala keluarga yang terdampak. Hendriyono, Manajer PT Bintang Harapan Palma, berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban, meskipun hanya untuk jangka pendek.

Empati dan kepedulian untuk enam keluarga di Desa Perigi, Kecamatan Pangkalan Lampam, yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hebat pada Rabu (30/7/2025). Dalam foto ini, tampak Camat Pangkalan Lampam, Drs. Amri Ubaidah, dan Bapak Hendriyono (Manajer PT Bintang Harapan Palma) menyerahkan bantuan kepada para korban. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu proses pemulihan mereka./radarkeadilan.com

“Bantuan ini hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu yang singkat, namun kami berharap bisa bernilai manfaat untuk meringankan beban para korban kebakaran,” ungkap Hendriyono.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Selain bantuan dari Pemkab OKI dan PT Bintang Harapan Palma, para korban juga telah menerima bantuan dari Dinas Sosial, BPBD, dan Baznas Kabupaten OKI.

Penyerahan bantuan kepada enam keluarga di Desa Perigi, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hebat pada Rabu, 30 Juli 2025. Drs. Amri Ubaidah (Camat Pangkalan Lampam) dan Hendriyono (Manajer PT Bintang Harapan Palma) hadir untuk memberikan dukungan dan bantuan. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan bagi para korban./radarkeadilan.com

Camat Amri Ubaidah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan korsleting listrik.

Ia menekankan pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami juga menghimbau para pemilik rumah untuk mengecek kondisi kompor dan mematikan arus listrik pada bangunan yang kosong dalam waktu lama,” tambahnya. (*/Red)