Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/Ogan Komering Ilir-Ogan Ilir (OKI-OI) menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) berbasis kolaborasi masyarakat untuk membendung ancaman radikalisme dan separatisme, Rabu (10/12/2025).
Acara bertema “Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme” digelar di Aula Darmawangsa Kodim 0402/OKI-OI dengan menghadirkan berbagai komponen masyarakat sebagai mitra strategis dalam memelihara integritas dan persatuan bangsa.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Komandan Kodim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., yang menegaskan bahwa radikalisme dan separatisme bukan hanya ancaman keamanan, melainkan tantangan eksistensial yang harus diatasi secara bersama-sama.
Menurutnya, keberhasilan membendung paham ekstrem bergantung pada sinergi terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Radikalisme dan separatisme memiliki potensi merusak fondasi persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita harus menggerakkan seluruh elemen bangsa untuk mencegah penyebarannya sejak dini, sebelum merambah dan mengganggu stabilitas wilayah serta keharmonisan masyarakat,” jelas Dandim dalam sambutannya.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi digital dan penyebaran media sosial telah mempermudah penetrasi paham ekstrem yang cenderung menyasar kelompok rentan, terutama generasi muda.
Untuk itu, peningkatan kewaspadaan dan literasi informasi menjadi prioritas utama agar masyarakat mampu menyaring konten yang tidak jelas sumbernya dan menghindari informasi yang bertujuan memecah belah.
“Kita harus meningkatkan kemampuan analitis dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah terpengaruh oleh berita yang tidak terverifikasi atau bertujuan memecah belah. Mari kita bersatu menjaga wilayah OKI dan OI tetap aman, damai, dan kondusif untuk kemajuan bersama,” tegas Letkol Inf Gunawan Wibisono.
Acara diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) dari seluruh wilayah OKI dan OI.
Peserta mendapatkan materi pembinaan komprehensif yang mencakup strategi identifikasi dan pencegahan paham radikal, analisis potensi ancaman intoleransi, serta langkah konkret untuk memperkokoh wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme.
Selain sesi pemaparan, kegiatan juga menghadirkan dialog interaktif yang mendalam antara peserta dan narasumber.
Berbagai isu terkait keamanan wilayah, upaya kolaboratif dalam menangkal paham ekstrem, serta peran masing-masing komponen masyarakat dalam memelihara persatuan dibahas secara terbuka dan konstruktif.
Sejalan dengan semangat pembukaan acara yang menekankan pentingnya kolaborasi, kegiatan Komsos ini diharapkan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga keutuhan NKRI bukan hanya tanggung jawab TNI dan aparat keamanan.
Melainkan, menjadi kewajiban moral yang harus diemban oleh setiap warga negara untuk memastikan masa depan bangsa yang kuat, bersatu, dan makmur. (*/Red)














