
“Kegiatan ini menjadi upaya konkret untuk mendorong masyarakat, khususnya kaum hawa, agar lebih proaktif memantau kondisi kesehatan masing-masing. Deteksi dini sangat krusial untuk mencegah berbagai penyakit yang berpotensi berdampak serius,” ujar Supriyanto.
Ia menambahkan, semangat perjuangan Kartini harus diterjemahkan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui aksesibilitas dan kesadaran terhadap layanan kesehatan yang optimal.
Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) OKI, Yuni Supriyanto, menilai pendekatan pelayanan langsung sangat efektif dalam membangun budaya sadar sehat.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu sakit sebelum memeriksakan diri.
“Kami ingin perempuan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Pemeriksaan HPV DNA, misalnya, sangat vital untuk mencegah kanker serviks sejak dini. Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri, karena kesadaran sejak dini akan membantu kita mengambil langkah penanganan yang lebih cepat dan tepat,” tegasnya.
Peringatan Hari Kartini tahun ini di OKI mengukuhkan satu pesan mendalam: perempuan yang berdaya dan mandiri berawal dari kondisi fisik yang sehat dan kuat. Dengan tubuh yang sehat, peran perempuan dalam pembangunan daerah akan semakin optimal dan bermakna. (*/Heri)













