PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal Hingga 1,2 GW, Dukung Ekspansi Pusat Data Berbasis AI BDx

PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal Hingga 1,2 GW, Dukung Ekspansi Pusat Data Berbasis AI BDx

Jakarta, Radar Keadilan Transformasi digital nasional mendapatkan dukungan energi yang kokoh.

PT PLN (Persero) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi atau BDx Data Centers untuk menyediakan pasokan listrik andal dengan total kapasitas mencapai 1,2 gigawatt.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Kolaborasi ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan dan layanan digital berskala besar di Indonesia.

Petugas PLN melakukan pemantauan dan persiapan teknis pasokan listrik andal untuk mendukung operasional pusat data BDx Indonesia. | Darma Wati, radarkeadilan.com

Kesepakatan ini dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik yang ditandatangani di Kantor Pusat PLN pada Selasa, 19 Mei 2026.

Dukungan kelistrikan akan disalurkan secara bertahap ke tiga lokasi strategis, dimulai dengan penyediaan daya sebesar 788 MVA untuk fasilitas CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat.

Selanjutnya, pasokan diperkuat sebesar 60 MVA untuk CGK3A di Jakarta Selatan, serta pengembangan jaringan tegangan tinggi sebesar 385 MVA untuk CGK5 di kawasan industri Suryacipta, Jawa Barat.

CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen yang ditunjukkan PLN.

Ia menegaskan bahwa keandalan pasokan energi merupakan syarat utama bagi keberlangsungan operasional pusat data modern.

“Kami mengapresiasi peran PLN sebagai mitra strategis yang senantiasa memberikan pelayanan prima. Keandalan sistem kelistrikan dan kesiapan infrastruktur yang disediakan memberikan kepastian penuh bagi kami untuk mengembangkan kapasitas pusat data secara berkelanjutan,” ujar Agus.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan komitmen perseroan menyediakan pasokan listrik andal guna mendukung pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan di Indonesia. | Darma Wati, radarkeadilan.com

Lebih lanjut ia menjelaskan, kerja sama ini membuka peluang bagi pembangunan infrastruktur digital yang tangguh guna memenuhi kebutuhan komputasi berperforma tinggi, khususnya yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan, serta melayani permintaan jangka panjang dari perusahaan teknologi global dan beban kerja digital nasional.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendorong pertumbuhan sektor strategis ini.

Ia memahami bahwa kebutuhan energi untuk pusat data, terutama yang berbasis kecerdasan buatan, tidak hanya menuntut kapasitas besar, tetapi juga tingkat keandalan dan stabilitas yang sangat tinggi.

“Kami menyadari bahwa pasokan listrik yang andal adalah jantung dari infrastruktur digital. Seiring pesatnya transformasi digital di Indonesia, kebutuhan energi sektor ini akan terus meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, PLN berkomitmen penuh memastikan ketersediaan energi yang memadai agar BDx dapat berekspansi secara optimal,” tegas Adi.

Untuk mendukung operasional fasilitas CGK4, penyaluran daya akan dilakukan secara bertahap dalam tiga tahap pengembangan.

Tahap awal akan memasok 2 x 150 MVA, kemudian ditingkatkan menjadi 2 x 265 MVA, hingga mencapai kapasitas maksimum sebesar 2 x 380 MVA pada tahap akhir.

Sebagai bentuk dukungan teknis, PLN juga telah membangun Gardu Induk 150 kilovolt Jatiluhur Baru yang dilengkapi dua jalur khusus guna menjamin keandalan pasokan listrik secara maksimal.

Adi menambahkan, kemitraan ini bukan sekadar transaksi penyediaan energi, melainkan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan memperkuat ekosistem digital, PLN terus menegaskan perannya sebagai mitra andal bagi seluruh investor yang ingin mengembangkan usaha di sektor teknologi tinggi di Indonesia.

Proses pembangunan Gardu Induk 150 kV Jatiluhur Baru yang disiapkan PLN untuk menjamin pasokan listrik andal bagi pusat data BDx Indonesia. | Darma Wati, radarkeadilan.com

“Sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam mendukung iklim investasi yang kondusif. Melalui penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan, kami berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi pengembangan infrastruktur digital lainnya, sehingga Indonesia semakin kokoh dalam menghadapi era transformasi global,” pungkas Adi. (*/Darma)