Kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026, di kebun milik Aiptu Abastari, Jalan Sepucuk, tepat di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten OKI.

Kegiatan ini dijalankan secara sinkron dengan kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si di Kabupaten Ogan Ilir, melalui sambungan rapat daring Zoom Meeting.
Langkah ini menunjukkan komitmen serius dari tingkat nasional hingga daerah dalam mengembangkan program ketahanan pangan yang melibatkan seluruh elemen bangsa.
Di wilayah OKI, pelaksanaan kegiatan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Komando Distrik Militer (Kodim) 0402 OKI, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten OKI, serta Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten OKI.
Polres OKI telah menunjukkan komitmen konkret dalam program ini. Per 7 Maret 2026, aparat kepolisian tersebut telah melaksanakan penanaman jagung dengan total luas lahan mencapai 38,11 hektare di berbagai lokasi se-Kabupaten OKI.
Capaian ini membuktikan bahwa dukungan terhadap program ketahanan pangan tidak bersifat simbolis semata, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SH., SIK., MH menyampaikan bahwa keterlibatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam kegiatan semacam ini merupakan bentuk dukungan substansial terhadap program pemerintah sekaligus wujud kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Polri tidak hanya fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung program pembangunan nasional, termasuk dalam bidang ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia untuk penanaman jagung, kita berharap memberikan kontribusi positif yang nyata bagi kemakmuran masyarakat,” tegas Kapolres OKI.
Gerakan kolaboratif yang terwujud di sebidang lahan Jalan Sepucuk bukan hanya menanam benih jagung, melainkan juga menanam harapan akan kemandirian pangan dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Kabupaten OKI.
Sinergi lintas institusi seperti ini menjadi fondasi krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan – sebuah tujuan yang harus diwujudkan melalui kerja sama seluruh komponen bangsa, sesuai semangat awal yang mendorong gerakan ini. (*/HS)










