Kegiatan pada Kamis tersebut menjadi langkah strategis memastikan seluruh sarana operasional siap berperan dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat selama Operasi Ketupat 2026.
Operasi Ketupat merupakan program tahunan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bertujuan mengamankan keselamatan dan kelancaran pergerakan masyarakat saat momen lebaran.
Meningkatnya mobilitas publik dalam periode tersebut mengharuskan kesiapan komprehensif, mulai dari kesiapan personel hingga kelayakan teknis seluruh kendaraan yang akan ditempatkan di lapangan.
Dalam rangkaian apel, setiap kendaraan dinas – baik roda dua maupun roda empat – melalui pemeriksaan detail terhadap seluruh komponen penting.
Tim teknis memverifikasi kondisi mesin, sistem rem, lampu rotator, kondisi ban, kelengkapan dokumen administrasi, serta keberadaan perlengkapan pendukung seperti sirene dan alat komunikasi.
Pengecekan menyeluruh ini dirancang untuk meminimalkan risiko gangguan teknis yang dapat menghambat pelaksanaan tugas pengamanan.
“Kendaraan dinas menjadi tulang punggung pelaksanaan tugas di lapangan. Kami pastikan seluruh unit dalam kondisi prima sehingga pelayanan kepada masyarakat selama Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal dan tanpa hambatan,” ucapnya dengan tegas.
Acara ini juga berfungsi sebagai momentum penanaman nilai disiplin dan rasa tanggung jawab kepada seluruh anggota. Kendaraan dinas tidak hanya dianggap fasilitas kerja, melainkan amanah dari negara yang harus dijaga kelayakannya dan digunakan dengan sikap profesional.
Sebagai wilayah dengan volume mobilitas tinggi saat musim lebaran, Kabupaten OKI membutuhkan sistem pengamanan yang terstruktur dan terkoordinasi dengan baik.
Kesiapan matang pada sarana operasional menjadi bukti komitmen Polres OKI dalam menjaga keamanan, ketertiban umum, serta kelancaran aktivitas masyarakat selama periode puncak pergerakan massa.
Seperti langkah antisipatif yang mengakar pada kepedulian terhadap keselamatan publik, kesiapan kendaraan dinas untuk Operasi Ketupat 2026 mencerminkan bahwa keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada jumlah personel, tetapi juga pada kesiapan menyeluruh dari setiap elemen pendukung.
Ketika sarana siap beroperasi, personel siap bertindak, dan perencanaan berjalan sesuai rencana, kehadiran polisi di tengah masyarakat benar-benar terasa sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang handal. (*/HS)









