Musi Banyuasin, Radar Keadilan – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kini tengah mencuri perhatian para pelaku usaha dengan potensi ternak jangkrik yang menjanjikan. Dengan siklus produksi hanya 35 hari dan modal awal sekitar Rp1 juta, usaha ini menawarkan keuntungan berlipat bagi para peternak. Namun, meski memiliki prospek cerah, tantangan utama yang dihadapi adalah terbatasnya penyerapan pasar.
Salah satu peternak jangkrik di Muba, Wilson (37th), mengungkapkan bahwa harga jangkrik di wilayahnya saat ini paling rendah masih berada di kisaran Rp50.000 per kilogram.
“Kami memiliki produksi yang sangat cepat, tetapi saat terjadi panen bersamaan atau ‘banjir’ jangkrik, banyak hasil panen yang tidak terserap pasar dan akhirnya terbuang,” ujarnya. Rabu (19/2/2025).
Saat ini, jangkrik di Muba masih sebatas digunakan sebagai pakan ternak, seperti untuk burung kicau, ikan, serta umpan pancing.
Meski demikian, potensi jangkrik tidak hanya terbatas pada pakan ternak. Kandungan protein tinggi yang dimilikinya mulai menarik perhatian dunia internasional. Beberapa negara G-20 dalam pertemuan di Bali bahkan sempat membahas pemanfaatan tepung jangkrik sebagai bahan pangan alternatif. Ini menunjukkan bahwa, jika dikelola dengan baik, jangkrik bisa menjadi sumber protein masa depan dengan nilai tambah tinggi.
Mengingat laju produksi jangkrik yang cepat, banyak pihak berharap agar pemerintah daerah dapat melakukan kajian lebih mendalam mengenai potensi usaha ini.
“Pemerintah perlu mendorong pembentukan kelompok-kelompok tani baru agar peternak tidak bersaing secara individual, melainkan bersinergi dalam koperasi khusus. Dengan begitu, hasil panen bisa dipasarkan lebih optimal dan harga jual lebih stabil,” ungkap salah satu anggota DPRD Musi Banyuasin.
Dukungan dari berbagai pihak juga diperlukan untuk memajukan usaha ini. Para ahli agribisnis menilai bahwa teknologi budidaya jangkrik sudah cukup matang untuk dikembangkan secara luas. Dr. Hadi Kusuma, seorang pakar agrikultur, menekankan bahwa dengan riset yang tepat, jangkrik bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti tepung jangkrik kaya protein.














