Sebelumnya, ia juga memimpin langsung proses pelantikan kepengurusan PERADI Profesional di Jakarta, sebuah peristiwa yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional serta pejabat penegak hukum terkemuka.
Kehadirannya yang terus terlibat dalam berbagai forum hukum berskala nasional menegaskan kedudukannya sebagai figur yang dihormati dan memiliki pengaruh luas di dunia advokasi maupun organisasi profesi di Indonesia.
Dalam sidang RUPST tersebut, para pemegang saham juga telah menetapkan secara resmi seluruh susunan lengkap Dewan Komisaris dan jajaran Direksi WIKA untuk masa bakti yang baru. Di jajaran Dewan Komisaris, posisi Komisaris Utama dipercayakan kepada Apri Artoto.
Sementara itu, jabatannya sebagai Komisaris Independen diisi oleh Suryo Absorotri Utomo, Aditya Warman, dan Profesor Harris Arthur Hedar. Susunan tersebut dilengkapi oleh Suwarta yang ditetapkan menduduki jabatan Komisaris.
Di sisi lain, kepemimpinan jajaran Direksi dipimpin oleh Ketut Pasek Senjaya Putra yang secara resmi dilantik sebagai Direktur Utama WIKA.
Ia didampingi oleh para direktur yang masing-masing memegang tanggung jawab strategis: Hadjar Seti Adji sebagai Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan Transformasi, Hananto Aji sebagai Direktur Operasi I, Sonny Setyadhy sebagai Direktur Operasi II, Vera Kirana sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Hukum, serta Mulyadi yang menjabat sebagai Direktur Keuangan.
Dengan terbentuknya susunan kepengurusan yang baru dan memiliki latar belakang keahlian yang beragam ini, WIKA kini memiliki landasan yang semakin kokoh untuk melanjutkan langkah transformasi menyeluruh, meningkatkan kinerja operasional maupun keuangan secara berkelanjutan, serta menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Kehadiran tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak teruji seperti Profesor Harris Arthur Hedar diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang nyata, sekaligus menjadi penggerak utama dalam menjaga kepercayaan publik serta mendorong WIKA tetap tampil sebagai pelaku industri konstruksi terdepan yang mampu beradaptasi dan tumbuh pesat di tengah dinamika persaingan bisnis nasional maupun tantangan ekonomi yang terus berkembang. (*/SMSI)














