Langkah-langkah tersebut disiapkan guna menjamin kelancaran pergerakan kendaraan, menghindari stagnansi arus, sekaligus menjaga marwah tradisi yang menjadi bagian penting budaya masyarakat lokal.
Kegiatan yang melibatkan arus lokal dan kendaraan lintas menuju kawasan sekitar Jembatan Kayuagung akan mendapatkan pengelolaan rekayasa lalu lintas khusus.
Penutupan jalan persimpangan di turunan jembatan dilakukan agar kendaraan hanya bergerak lurus dari Jalan Merdeka menuju Kelurahan Kota Raya dan sebaliknya, menghindari penumpukan akibat perputaran kendaraan di titik strategis tersebut.
Evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya menunjukkan Jembatan Kayuagung menjadi titik bottleneck pada hari ke-3 dan ke-4 Idul Fitri.
Untuk mengatasi hal ini, pihak berwenang telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten OKI sebagai panitia penyelenggara untuk mengubah jalur prosesi Midang agar tidak melintas Jembatan Ganefo.
Penempatan personil dilakukan secara terstruktur dalam empat zona strategis.
Zona 1 (Seputaran Jembatan dan Pasar Kayuagung) menjadi fokus utama dengan penempatan personel di berbagai titik penting: Tenda Panggung Utama (1 perwira kepala daerah lalu lintas/padal dan 3 personel), Simpang BRI Laut 1 & 2 (1 padal dan 4 personel), Simpang Masjid Nurul Huda & Masjid Agung Sholihin (1 padal dan 4 personel), Simpang Pendopoan (1 padal dan 3 personel), Simpang Rumah Adat (2 personel), Simpang Bubur Ayam (1 padal dan 4 personel), Simpang Ganefo (1 padal dan 9 personel), Atas Jembatan (1 padal dan 7 personel), serta Depan Masjid Al-Furqon Jua-Jua (1 padal, 6 personel, dan 2 personel waskita).
Zona 2 hingga Zona 4 juga mendapatkan penempatan personel sesuai tingkat kerawanan, termasuk di titik-titik seperti Simpang Tugu Adipura, Simpang Paku, Simpang Kutaraya, dan dermaga-dermaga penyeberangan yang dilengkapi personel waskita untuk menertibkan parkir liar yang sering menjadi penyebab penyempitan jalur.
Kerjasama lintas sektoral dengan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilakukan secara intensif untuk mengelola parkir dan memastikan jalur lalu lintas tetap terbuka lebar.
Tim urai kemacetan Satlantas ditempatkan di setiap titik kegiatan dengan jumlah 2 hingga 7 personel sesuai tingkat kerawanan.
Informasi kondisi lalu lintas terkini disebarkan secara real-time melalui dua kanal utama: akun media sosial resmi Satlantas Polres OKI dan call center kepolisian nomor 110.
Kedua kanal tersebut menjadi rujukan penting bagi masyarakat dan pemudik untuk mendapatkan informasi terkini dan menghindari terjebak dalam arus kemacetan.
Sebagai upaya menyelaraskan pelestarian tradisi dengan kelancaran lalu lintas, pihak berwenang memberikan imbauan kepada panitia penyelenggara untuk menjalankan prosesi sesuai jadwal yang telah ditentukan dan mengatur peserta dengan tepat.
Masyarakat juga diimbau untuk memahami dan mengikuti pengaturan penutupan serta pengalihan jalan yang diterapkan selama masa acara berlangsung.
Langkah-langkah komprehensif tersebut menunjukkan komitmen Polres OKI dalam menjaga kamseltibcarlantas sekaligus menghormati nilai budaya yang dijunjung tinggi masyarakat lokal.













