Views: 2,258Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir semakin diperkuat melalui kerja sama terpadu antar‑lembaga. Langkah nyata tersebut terwujud saat Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Irjen Pol Arief Rahmat, melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran di Dusun 3, Desa Batun Baru, Kecamatan Jejawi, Rabu (26/8/2026). Kedatangan ini menegaskan bahwa pengendalian karhutla menjadi tanggung jawab bersama dan menjadi prioritas dari tingkat pusat sampai daerah. Kedatangan Irjen Pol Arief Rahmat sekitar pukul 15.00 WIB disambut langsung serta didampingi Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto bersama jajaran Polres OKI, Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pemerintah desa setempat. Lokasi yang ditinjau terletak tepat di sisi Jalan Tol Jejawi KM 347 dan terbakar sejak Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, mencakup luas kurang lebih 10 hektare. Kawasan tersebut dinilai sangat penting untuk segera ditangani karena posisinya berdampingan dengan jalur utama yang sangat ramai dan kebakaran dapat meluas serta mengganggu jika dibiarkan. Peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi pasca‑kebakaran, menilai langkah‑langkah penanganan yang sudah dijalankan serta memastikan rencana pencegahan dan pengendalian selanjutnya disusun secara terpadu. Di lokasi, Irjen Pol Arief Rahmat menegaskan bahwa masalah seperti ini tidak dapat diselesaikan sendirian oleh satu pihak saja. “Penanganan karhutla dan bencana alam harus dilakukan bersama‑sama. Dibutuhkan sinergi seluruh instansi dan elemen masyarakat. Ini bukan tugas perorangan,” ujar Arief tegas.
Lingkungan
Kabut Asap Karhutla Picu Lonjakan Kasus ISPA: 576 Pasien Tercatat Hanya Satu Bulan di PALI
Views: 2,654PALI, Radar Keadilan – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah menurunkan kualitas udara secara nyata dan membawa dampak kesehatan yang semakin terasa oleh masyarakat. Paparan asap tersebut terbukti menjadi pemicu utamanya kenaikan kasus gangguan pernapasan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta iritasi mata, kulit, dan memburuknya kondisi penderita penyakit paru‑paru seperti asma dan bronkitis. Kepala UPTD Puskesmas Talang Ubi, Desi Leni, SKM., mengungkapkan data yang menggambarkan seberapa seriusnya dampak ini terjadi: selama bulan Juli 2026 saja, sebanyak 576 orang telah mendapatkan penanganan medis karena ISPA di fasilitas kesehatan yang dipimpinnya. Angka ini menegaskan hubungan langsung antara kondisi udara yang semakin berat akibat karhutla dan beban kesehatan masyarakat sehari‑hari. “Untuk kasus ISPA, secara keseluruhan pada bulan Juli tercatat sebanyak 576 pasien yang mendapatkan penanganan di Puskesmas Talang Ubi,” ujar Desi Leni saat ditemui Senin (24/08/2026).
- Sebelumnya
- 1
- …
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


















