Arus Balik Lebaran 1447 H Menguat Pesat, Tol Terpeka Cetak Rekor Volume Sedangkan Penyeberangan Turun 88 Persen

Arus Balik Lebaran 1447 H Menguat Pesat, Tol Terpeka Cetak Rekor Volume Sedangkan Penyeberangan Turun 88 Persen

Spread the love
         
 
  
                 
   
Palembang, Radar Keadilan Gelombang arus balik Lebaran 1447 Hijriah melanda wilayah Sumatera Selatan secara signifikan pada Senin (23/3/2026), hari keempat perayaan Idul Fitri sekaligus hari kesembilan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.

Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya saat menyampaikan informasi terkait pengelolaan arus balik Lebaran 1447 H di Palembang, Sumatera Selatan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik dan mematuhi anjuran keselamatan lalu lintas.| Andrian, radarkeadilan.com

Indikasi kuat pergeseran pola mobilitas masyarakat terlihat dari penurunan drastis volume penumpang penyeberangan hingga sekitar 88 persen, sementara beberapa jalur tol dan moda transportasi lainnya mencatat dominasi pergerakan menuju kota perantauan.

Volume kendaraan di Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung (Terpeka) mencapai angka tertinggi selama operasi berlangsung, dengan 14.179 kendaraan masuk dan 13.029 kendaraan keluar.

Sementara itu, Tol Kapal Betung dan Tol Betajam mencatat jumlah kendaraan keluar lebih tinggi dibandingkan masuk, menandakan intensitas pergerakan menuju Palembang semakin meningkat.

Di sisi lain, Tol Palindra dan Tol Indralaya–Prabumulih masih menunjukkan dominasi arus masuk namun dengan tren kenaikan yang signifikan.

Data pergerakan penumpang mengkonfirmasi perubahan pola mobilitas. Jumlah penumpang penyeberangan menyusut drastis dari lebih dari 119 ribu menjadi sekitar 14 ribu pada hari tersebut.

Moda kereta api mencatat kedatangan sebanyak 2.363 penumpang, lebih tinggi dibandingkan keberangkatan yang mencapai 1.831 penumpang.

Terminal bus dan transportasi udara menunjukkan mobilitas harian sekitar 47 ribu penumpang yang tetap mendapatkan pengawalan penuh dari pihak berwenang.

Polda Sumatera Selatan telah meningkatkan kesiapsiagaan maksimal menghadapi puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026.

Langkah strategis yang disiapkan meliputi penerapan skenario rekayasa lalu lintas satu arah (one way), yang telah melalui proses simulasi dan koordinasi dengan pengelola jalan tol untuk diimplementasikan secara cepat dan efektif.

Seluruh Satuan Tugas (Satgas) dalam sistem Early Warning System (EWS) memperkuat intensitas kegiatan.

Satgas Preemtif melaksanakan 158 kegiatan, sedangkan Satgas Kamseltibcarlantas mencapai 136 kegiatanangka tertinggi dalam beberapa hari terakhir.

Kegiatan preventif, penegakan hukum, serta dukungan operasional berjalan konsisten guna menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Petugas lalu lintas tetap berjaga mengatur arus kendaraan di jalan raya pada malam hari, memastikan kelancaran lalu lintas meskipun kondisi jalan lembap dan lalu lintas cukup padat.| Andrian, radarkeadilan.com

Pihak berwenang mencatat 14 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan 4 korban meninggal dunia, 7 korban luka berat, dan 17 korban luka ringan.

Kembalinya korban jiwa setelah sebelumnya tidak ada menjadi perhatian serius, terutama terkait faktor kelelahan pengemudi pada fase arus balik.

Sebagai tanggapan, pihak berwenang meningkatkan edukasi keselamatan serta mengimbau pengemudi untuk beristirahat cukup sebelum melanjutkan perjalanan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan seluruh jajaran berada dalam kondisi siaga maksimal.

“Kami tekankan pentingnya antisipasi faktor kelelahan sebagai penyebab utama kecelakaan fatal. Seluruh Kepolisian Resmi diperintahkan memperkuat personel di jalur arus balik dan pos pengamanan menjelang puncak pergerakan,” ucapnya.

Karo Operasi Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso menyatakan kesiapan penuh menghadapi puncak arus balik.

“Data hari ini sangat jelas: arus balik sudah bergerak. Seluruh kekuatan kami siap, termasuk skenario one way. Kami pastikan setiap pemudik mendapat pengawalan maksimal,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.

“Istirahat cukup, cek kendaraan, dan pantau informasi lalu lintas. Hubungi nomor darurat 110 jika membutuhkan bantuan selama perjalanan,” ujarnya.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak pada 24 Maret 2026, memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, menyiapkan saldo kartu tol, tidak memaksakan berkendara saat mengantuk, serta memanfaatkan rest area dan pos pelayanan yang tersedia.

Petugas polisi lalu lintas dengan sigap mengawasi dan mengatur aliran kendaraan di jalan raya pada malam hari, menjamin kelancaran perjalanan meskipun kondisi jalan masih lembap dan ada berbagai jenis kendaraan yang melintas.| Andrian, radarkeadilan.com

Operasi Ketupat Musi 2026 memasuki fase paling krusial dalam pengawalan arus balik.

Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmen untuk memastikan seluruh pemudik kembali ke kota perantauan dengan aman, lancar, dan selamatmenjadi bukti nyata dari upaya sinergis dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat pada momen perayaan tahunan. (*/Andrian)