Dishub PALI Siapkan Pasar Inpres Pendopo Jelang Ramadhan, Dorong Penertiban dan Kesadaran Masyarakat

Pedagang Kaki Lima dan Pengelola Parkir Disosialisasikan, Hindari Penyalahgunaan Lahan yang Mengganggu Lalu Lintas

Berita, PALI, PEMERINTAHAN2109 Dilihat
Spread the love
Spread the love
         
 
  
                 
   
PALI, Radar Keadilan Dinas Perhubungan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir menggelar kegiatan sosialisasi dan pengecekan kondisi pada Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan dilakukan untuk memastikan area pasar, lokasi pedagang kaki lima, dan zona parkir kendaraan terkelola dengan tertib, rapi, dan kondusif – terutama menjelang bulan suci Ramadhan yang akan meningkatkan intensitas kunjungan masyarakat.

Beberapa kasus ditemukan di lapangan terkait penggunaan area yang tidak sesuai dengan fungsi semula, seperti lahan parkir yang dijadikan tempat berdagang dan penjualan yang menyebar ke badan jalan, sehingga menghambat kelancaran lalu lintas bagi pengendara.

Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif bersama dinas terkait, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, serta perwakilan pemerintahan lokal Kecamatan Talang Ubi Timur.

Kepala Dinas Perhubungan Kartika Sari, S.Kom., M.Si., melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Lihan S.T., M.Si., menyampaikan dampak negatif dari penyalahgunaan lahan parkir untuk aktivitas perdagangan.

“Kami mendapati masih banyaknya lahan yang seharusnya digunakan untuk parkir dijadikan area berdagang. Kondisi ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga merugikan pengunjung pasar yang membutuhkan tempat untuk menyimpan kendaraan mereka,” jelas Lihan.

Pihaknya menegaskan bahwa sosialisasi yang diberikan juga disertai peringatan tegas kepada pengelola parkir agar menjalankan aturan dengan konsisten.

Langkah ini menjadi penting mengingat jumlah masyarakat yang berkunjung ke pasar cenderung meningkat menjelang masa puasa, sehingga pengelolaan yang baik akan mencegah terjadinya kemacetan dan risiko bahaya bagi semua pengguna jalan.

“Pasar berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang strategis, sehingga harus dikelola dengan baik dan tertib. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Dinas Perhubungan berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi dan pemantauan berkelanjutan, dengan harapan kesadaran bersama antara pedagang dan masyarakat akan terus meningkat.

Upaya ini diharapkan dapat membentuk ekosistem pasar yang kondusif, teratur, dan mendukung kenyamanan seluruh lapisan masyarakat – sesuai dengan persiapan yang dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan baik. (*/Nandar)